BKSDA Aceh Tanggapi Insiden Remaja Diterkam Buaya di Sungai Meureubo
ACEH BARAT — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh merespons insiden serangan buaya terhadap seorang remaja di Sungai Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, yang terjadi pada Rabu sore (25/6/2025).
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Aceh, Darwin, S.Hut., M.P, saat dikonfirmasi Bumpnews.id pada Kamis (26/6/2025), membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait kejadian tersebut dari Resort Konservasi Meulaboh.
“Saya sudah mendapat informasi tadi pagi. Semalam tim kita sedang menangani konflik manusia dengan gajah di Kabupaten Nagan Raya. Namun, saya telah menginstruksikan rekan-rekan yang berada di lapangan untuk segera menuju lokasi kejadian di Aceh Barat,” ungkap Darwin.
Ia menambahkan bahwa untuk langkah lanjutan, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Kami perlu melakukan koordinasi lebih lanjut dengan KKP terkait penanganan konflik buaya ini,” ujar Darwin.
Diketahui, korban bernama Rafa Saputra (15), warga Gampong Pasi Teungoh, Kecamatan Kaway XVI, diterkam buaya saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Meureubo sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (25/6/2025).
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Keuchik Gampong Pasi Teungoh, Irwandi. Ia menjelaskan bahwa korban sedang mandi bersama sejumlah kawannya di sungai yang sering digunakan warga untuk beraktivitas.
“Tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban. Beruntung korban sempat melawan dan berhasil melepaskan diri sebelum berlari ke daratan,” ujar Irwandi saat dikonfirmasi.
Saat ini Korban yang semalam mengalami luka akibat gigitan buaya, sudah diperbolehkan pulang dan tetap menjalani rawat jalan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.
Insiden ini mengejutkan warga sekitar dan memunculkan kekhawatiran terhadap keberadaan satwa liar di dekat permukiman. Pemerintah desa telah mengimbau warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sekitar Sungai Meureubo hingga situasi dinyatakan aman.









Komentar