Akses Lama Tergerus Sungai, PUPR Aceh Barat Bangun Jalur Alternatif ke Pasie Ara
Meulaboh | BumpNews.ID– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat membangun jalur alternatif sepanjang 300 meter menuju Desa Pasie Ara, Kecamatan Woyla Timur.
Hal ini dilakukan guna mencegah ancaman isolasi warga akibat rusaknya akses jalan lama yang tergerus aliran sungai.
Pembangunan jalur baru tersebut menjadi langkah darurat pemerintah daerah setelah ruas jalan Kubu Capang–Pasie Ara WT yang selama ini digunakan masyarakat mengalami kerusakan parah akibat erosi Sungai Krueng Woyla.
Kabid Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beny Hardi mengatakan, akses lama menuju desa tersebut sudah dalam kondisi kritis selama dua tahun terakhir.
Bahkan, kendaraan roda empat kini tidak lagi dapat melintas di sebagian badan jalan yang nyaris putus total.
“Akses baru ini dibuka guna menghindari bencana isolasi bagi ratusan warga di ujung kecamatan tersebut, setelah jalan satu-satunya yang selama ini menghubungkan mereka dengan dunia luar nyaris lenyap digerus sungai,” kata Beny Hardi, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan jalan biasa, melainkan upaya penyelamatan akses vital masyarakat di wilayah pedalaman Woyla Timur.
Ia menjelaskan, trase baru sepanjang 300 meter yang kini sedang dipadatkan menggunakan alat berat diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Pasie Ara WT dan Kubu Capang.
Selain menjadi jalur penghubung alternatif, jalan tersebut juga diproyeksikan mempercepat akses menuju ibu kota kecamatan di Tangkeh.
Kehadiran jalur baru itu dinilai penting untuk mendukung aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, serta mobilitas ekonomi masyarakat setempat.
Pengerjaan tahun ini difokuskan pada pengerasan dan penguatan badan jalan yang sebelumnya telah dibuka sejak tahun lalu.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap penyelesaian jalur alternatif tersebut dapat mengakhiri ancaman isolasi permanen sekaligus memulihkan konektivitas masyarakat di wilayah paling ujung Kecamatan Woyla Timur.









Komentar