Sekilas Info

Karhutla Landa Aceh Barat

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat | Ist

ACEH BARAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat. Kali ini, si jago merah menghanguskan lahan seluas kurang lebih satu hektar di Gampong Simpang Teumarom, Kecamatan Woyla Barat, pada Rabu siang, 25 Juni 2025.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB dan dilaporkan oleh masyarakat kepada Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Woyla. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya penanganan.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, T. Ronal Nehdiansyah, SP., M.IL., dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa tim gabungan yang terdiri dari personel Damkar, BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat segera melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke area permukiman dan kebun warga.

“Tim Damkar dari Pos Woyla tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Hingga pukul 18.50 WIB, proses pemadaman sudah mencapai 85 persen,” ujar Ronal.

Ia menambahkan bahwa luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektar. Meski belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, asap dan kobaran api sempat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Selain itu, potensi menjalar ke lahan produktif seperti perkebunan warga juga menjadi perhatian serius tim di lapangan.

Pemadaman apir oleh Tim BPBD Aceh Barat

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Barat, medan yang cukup sulit serta kondisi angin kencang menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Ditambah lagi, cuaca panas dan kering dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko kebakaran lahan di kawasan tersebut.

Karena situasi semakin gelap menjelang malam, proses pemadaman terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan personel. Namun demikian, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Dalam upaya penanganan karhutla kali ini, BPBD Aceh Barat mengerahkan satu unit armada Damkar (unit 08 Pos Woyla) dan satu unit mesin pompa air portabel (mesin Robin). Seluruh sumber daya dikerahkan secara maksimal, mengingat potensi penyebaran api yang dapat merambat dengan cepat.

T. Ronal Nehdiansyah juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau yang rentan seperti sekarang ini. Ia mengingatkan agar tidak membuka lahan atau membakar sampah secara sembarangan yang dapat memicu kebakaran.

“Kami berharap masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Bila melihat atau mengetahui adanya potensi kebakaran, segera laporkan ke pihak berwenang agar dapat ditangani sejak dini,” tegasnya.

Pihak BPBD juga tengah menyiapkan langkah-langkah antisipatif ke depan, termasuk patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla.