Penolakan Tambang di Nagan Raya, Warga Nilai DPRK Belum Responsif
Nagan Raya | BumpNews.ID - Warga Beutong Ateuh Banggalang menilai DPRK Nagan Raya belum menunjukkan respons yang memadai terhadap aspirasi penolakan rencana aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Kekecewaan itu muncul setelah berbagai aspirasi yang disampaikan warga melalui aksi demonstrasi belum mendapat tanggapan yang dianggap jelas dari lembaga legislatif daerah.
Teuku Afrizal, seorang mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang berasal dari Beutong Ateuh Banggalang, menyebutkan masyarakat hingga kini masih mempertanyakan respons DPRK Nagan Raya terhadap penolakan warga atas rencana aktivitas pertambangan di kawasan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).
“Penolakan telah disampaikan secara terbuka melalui aksi demonstrasi. Namun sampai saat ini masyarakat belum melihat adanya sikap yang tegas dari DPRK Nagan Raya,” kata Afrizal, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, warga tidak menolak pembangunan maupun investasi. Namun warga memiliki hak untuk menyampaikan kekhawatiran terhadap aktivitas yang dinilai berpotensi mengancam lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat.
Ia menyebut kawasan Beutong Ateuh Banggalang memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga ekosistem, sumber mata air, serta habitat keanekaragaman hayati yang harus dijaga.
“Yang kami perjuangkan adalah hutan, sungai, sumber air, dan masa depan generasi mendatang. Kami berharap suara masyarakat tidak diabaikan,” ujarnya.
Afrizal menambahkan, penolakan warga juga didasarkan pada pertimbangan hukum. Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dijamin dalam UUD 1945 serta diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.
Ia juga menyoroti rencana masuknya perusahaan tambang asing ke wilayah tersebut.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui secara terbuka manfaat yang akan diperoleh daerah dibandingkan risiko lingkungan yang mungkin timbul.
“Masyarakat tidak anti-investasi. Namun investasi harus memberi manfaat dan tidak mengorbankan lingkungan maupun ruang hidup masyarakat,” katanya.
Untuk sebagai warga Beutong Ateuh Banggalang, Afrizal berharap DPRK Nagan Raya lebih responsif terhadap aspirasi warga serta menjalankan fungsi representasi rakyat dalam setiap pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam.









Komentar