Sekilas Info

Pemkab Aceh Barat Salurkan Bantuan Masa Panik Korban Angin Puting Beliung 

ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial menyalurkan bantuan masa panik kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Gampong Lhueng Tanoh Tho, Kecamatan Woyla. Bencana tersebut terjadi pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 18.30 WIB dan mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 17 rumah warga, termasuk satu balai pengajian.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, SP., M.I.L., menyebutkan bahwa dari hasil pendataan, terdapat lima rumah warga yang mengalami kerusakan berat, delapan rumah rusak sedang, serta empat rumah rusak ringan.

“Sebagai langkah cepat, kami menyalurkan bantuan masa panik, menyiapkan lokasi pengungsian darurat, membuka dapur umum, dan membersihkan puing serta pohon yang menimpa rumah warga,” jelas Teuku Ronald.

Bagi warga yang rumahnya rusak berat tetapi memilih tidak mengungsi, pihak BPBD telah mendirikan tenda darurat di sekitar rumah masing-masing agar tetap dapat bertahan sementara hingga hunian mereka layak ditempati kembali.

Penyerahan bantuan juga dihadiri oleh Ketua DPRK Aceh Barat, Hj. Siti Ramazan, S.E., yang ikut meninjau kondisi warga terdampak.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Aceh Barat, bencana ini berdampak pada sedikitnya 17 kepala keluarga (KK) dengan kerusakan cukup parah, di antaranya rumah milik Musri, Abdullah Arif, Tgk. Abdullah Arif, Irvan Mahidin, Abdulsalam Syah, Amiruddin, Fauzal, Tarman Siradj, Ernilawati, Aisyah, Yudi, Amren, Ansari Muktar, Pitra Pak Dar, Epi Pak Dar, serta satu unit balai pengajian dan rumah T. Azwar.

Sarana dan prasarana yang dikerahkan dalam penanganan darurat mencakup satu unit armada D-Max 06, satu unit kendaraan Ford, serta keterlibatan unsur gabungan dari BPBD Aceh Barat, Dinas Sosial, Damkar, Koramil, Polsek setempat, TAGANA, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), dan partisipasi masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan,” tambah Teuku Ronald.

BPBD Aceh Barat memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan pelaporan secara berkala agar penanganan pascabencana dapat berjalan optimal.