Kurang dari Satu Minggu, Tujuh Desa di Aceh Barat Alami Karhutla
ACEH BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tujuh gampong (desa) di wilayah tersebut sejak Kamis (24/7/2025). Hingga Selasa (29/7/2025), sebagian titik api telah berhasil dipadamkan, namun sejumlah lokasi masih dalam proses penanganan.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, SP., M.I.L., dalam laporan resmi Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops PB) menyebutkan, titik karhutla pertama terpantau di Gampong Aron Baroh, Kecamatan Woyla, pada Kamis (24/7/2025) pukul 14.12 WIB. Api kemudian meluas ke enam gampong lain, yakni Aron Tunong (Kec. Woyla), Napai (Kec. Woyla Barat), Suak Raya (Kec. Johan Pahlawan), Alue On (Kec. Kaway XVI), Karak (Kec. Woyla Barat), dan Baro Paya (Kec. Panton Reu).
“Tim damkar BPBD bersama petugas pos damkar kecamatan terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi sejak laporan awal kami terima,” ujar Teuku Ronald dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025) pukul 12.48 WIB.
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (24/7/2025) di Gampong Aron Baroh. Pada Jumat (25/7/2025), tim damkar dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api menjalar ke area lain. Selanjutnya, pada Minggu (27/7/2025), penanganan dilanjutkan di Aron Tunong dan Napai, namun pada hari yang sama kembali terpantau titik api baru di Gampong Suak Raya.
Pada Senin (28/7/2025), aplikasi pemantauan karhutla Lancang Kuning dan SiPongi kembali mendeteksi hotspot di Gampong Alue On, Karak, dan Baro Paya. Tim BPBD bersama Damkar Pos Arongan segera menuju lokasi.
“Sejak Selasa (29/7/2025), pemadaman difokuskan di tiga titik utama, yakni Gampong Suak Raya, Alue On, dan Napai. Sementara Aron Baroh dan Aron Tunong telah berhasil dipadamkan 100 persen,” ungkap Teuku Ronald.
Kebakaran ini telah merusak vegetasi serta kebun sawit milik warga. Asap yang ditimbulkan juga dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Petugas di lapangan mengakui terdapat kendala berupa angin kencang dan keterbatasan sumber air.
Data sementara mencatat, luas lahan terbakar meliputi:
- Gampong Aron Baroh ± 1 hektar
- Gampong Aron Tunong ± 1 hektar
- Gampong Napai ± 4 hektar
- Gampong Suak Raya ± 0,2 hektar
- Gampong Alue On ± 2 hektar
- Gampong Karak (masih dalam pendataan)
- Gampong Baro Paya (masih dalam pendataan)
Dalam operasi pemadaman ini, BPBD Aceh Barat menurunkan sejumlah armada dan peralatan, antara lain 1 unit armada Pos Woyla, 1 unit Pos Arongan, 1 unit D-Max, 1 unit Panther Pick-up, serta tiga unit mesin pompa air (Excel dan Kohler).
Unsur yang terlibat terdiri dari BPBD Aceh Barat, Damkar Pos Woyla, Damkar Pos Arongan, Damkar Pos Kaway XVI, TNI, Polri, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), dan masyarakat setempat.
Hingga Selasa (29/7/2025), Gampong Aron Baroh dan Aron Tunong dinyatakan padam sepenuhnya. Namun, api di Gampong Napai, Suak Raya, dan Alue On masih dalam penanganan. Sementara Karak dan Baro Paya masih dalam tahap pendataan.









Komentar