Sekilas Info

Karhutla Landa Empat Kecamatan di Aceh Barat, BPBD Lakukan Penanganan Intensif

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat | Ist

ACEH BARAT — Sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Barat pada Rabu (2/7/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat setidaknya enam lokasi terdampak yang tersebar di empat kecamatan, yakni Arongan Lambalek, Meureubo, Woyla, dan Johan Pahlawan.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T. Ronal Nehdiansyah, SP., M.IL., mengatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim ke lokasi kejadian setelah titik api terpantau melalui aplikasi SiPongi dan Lancang Kuning.

“Kami menerima laporan adanya dua titik api pada Rabu pagi. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Barat segera bergerak ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal,” ujar Ronal saat dikonfirmasi pada Kamis malam (3/7/2025).

Menurut laporan Pusdalops BPBD, titik api pertama terpantau di Kecamatan Arongan Lambalek dan Meureubo. Sementara itu, laporan tambahan masuk pada Kamis sore terkait kebakaran di Gampong Ranto Panjang Timur (Komplek Philip), Jl. Kayu Putih, serta Jl. Generasi Lorong Nyak Kop, Kecamatan Johan Pahlawan.

BPBD Aceh Barat telah melakukan penanganan di beberapa lokasi, di antaranya Gampong Ranto Panjang Timur (luas terbakar 0,2 Ha), Jl. Kayu Putih (0,2 Ha), dan Jl. Generasi Lorong Nyak Kop yang seluruhnya telah selesai 100 persen.

“Untuk Gampong Balee dan Arongan Lambalek, penanganan masih berlangsung dengan progres masing-masing 75 dan 85 persen. Sementara di Woyla Barat, tepatnya Gampong Mon Pasong, masih tahap pemantauan,” jelas Ronal.

Adapun upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti terbatasnya sumber air, akses lokasi yang sulit dijangkau, serta kerusakan pada salah satu unit mesin pemadam (kohler).

Dalam operasi ini, BPBD Aceh Barat melibatkan berbagai unsur gabungan, seperti Damkar Pos Meureubo dan Arongan Lambalek, Koramil, Polsek dari masing-masing kecamatan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak. Meski menghadapi berbagai hambatan teknis, tim di lapangan tetap maksimal agar kebakaran tidak meluas dan mengancam permukiman warga,” tambah Ronal.

BPBD juga mengerahkan sejumlah armada dan peralatan seperti mobil D-Max, armada Pos Meureubo, armada 010 Mako BPBD, serta peralatan pemadam lainnya untuk mendukung penanganan di lokasi-lokasi terdampak.

Hingga Kamis malam, BPBD Aceh Barat masih melakukan pendataan lebih lanjut terhadap luas lahan yang terdampak, khususnya di Jl. Generasi Lorong Nyak Kop.

Ronal mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila melihat titik api di sekitar permukiman maupun lahan terbuka.

“Peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam pencegahan dan penanganan karhutla secara cepat dan tepat,” pungkasnya.

T. Ronal juga berharap kepada para relawan pemadam kebakaran (Redkar) yang telah dibentuk sejak awal tahun 2025 di Kabupaten Aceh Barat agar terus mengintensifkan pemantauan di lapangan.

“Kami berharap para Redkar di setiap gampong dapat menjadi ujung tombak dalam pencegahan kebakaran, dengan segera melaporkan jika menemukan adanya titik api yang membakar lahan di wilayah tempat tinggalnya,” ujar Ronal.