KUPUEWO Bersama KPS Tanam 200 Pohon di Bantaran Sungai Meureubo
ACEH BARAT — Komunitas Peduli Krueng Woyla (KUPUEWO) bersama sejumlah Kelompok Peduli Sungan (KPS) dan peduli lingkungan menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Meureubo, tepatnya di Gampong Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Rabu (16/7/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kondisi kritis yang terjadi di sepanjang aliran sungai di wilayah kerja Woyla–Batee, khususnya di titik-titik rawan abrasi. Sebanyak 200 batang pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari bibit pohon sirsak, ketapang, bungur, mahoni, dan pinang. Bibit ini diperoleh dari Kelompok Gerakan Peduli Lingkungan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh.
Sejumlah pihak terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya DPD RASTIK Aceh Barat, UKM PK Universitas Teuku Umar, Tagana Aceh Barat, masyarakat Gampong Pasi Pinang, serta relawan KUPUEWO.
Menurut KUPUEWO, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi risiko abrasi, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian sungai, baik di kawasan hulu maupun hilir. Pasalnya, di sepanjang bantaran Sungai Meureubo terdapat berbagai aset penting yang kini terancam, seperti lahan pertanian, area tambat perahu nelayan, hingga bangunan milik pemerintah dan masyarakat.
"Kita semua punya tanggung jawab yang sama dalam menjaga sungai. Mulai dari Balai Wilayah Sungai Sumatra I, Dinas PU, Dinas Pengairan, pemerintah kabupaten, hingga para pelaku usaha yang memanfaatkan sumber daya sungai seperti perusahaan tambang dan PDAM," ujar perwakilan KUPUEWO dalam keterangannya.
Mereka berharap, kegiatan ini menjadi pemicu (triger) bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi sungai yang kian memprihatinkan, terutama karena sungai merupakan sumber utama kebutuhan air bagi kehidupan masyarakat.
"Air adalah kebutuhan utama manusia. Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan," tambahnya.
KUPUEWO juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok dan masyarakat yang telah terlibat dalam kegiatan penanaman tersebut, serta berharap kerja sama lintas sektor ini terus terjalin demi keberlangsungan lingkungan hidup di wilayah Aceh Barat.