1. Daerah
  2. Nasional

Ibu Asal Aceh Barat Minta Presiden Prabowo Bantu Pemulangan Anaknya Dari Kamboja

Ilustrasi perdagangan manusia. Sumber: pexels.com

ACEH BARAT - Orang tua korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) asal Aceh Barat berharap agar Presiden Republik Indonesia melalui KBRI bisa segera membantu proses pemulangan anak mereka berinisial MIS (25).

Dalam rilisnya, Ibu korban, Rama astuti (56), memohon kepada bapak Presiden Prabowo Subianto agar anak nya berinisial MIS bisa dibebaskan dan dipulangkan dari Negara Kamboja.

“Harapan besar saya sebagai seorang ibu yang telah melahirkannya, memohon sebesar-besarnya semoga bapak Presiden bisa memulangkan anak saya, bisa dibantu untuk segera dipulangkan ke Aceh Barat”. Ungkapnya

“Anak saya ini adalah korban penipuan dari kawannya, katanya mau bawa kerja ke Singapore, tapi malah dibawa ke Kamboja, saya mohon kepada bapak Presiden untuk membantu kami keluarga agar anak saya bisa dipulangkan”.

Menurut informasi yang diketahui dari pihak keluarga, awalnya pada bulan April kawan korban melalui via online mengajak korban kerja ke luar negeri (Negara Singapura). Selain itu, korban juga diiming-imingi kerja dengan gaji 13 jt sampai dengan 15 jt perbulan, setelah itu korban disarankan agar segera mengurus surat pasport.

Setelah membuat pasport, sepengetahuan keluarga korban, korban disarankan untuk segera berangkat ke medan Sumatera Utara untuk melakukan pengurusan surat lain. Selama seminggu di medan, korban diberangkatkan keluar negeri. Awalnya korban dibawa ke malaysia dan selanjutnya diberangkatkan ke singapura.

Selanjutnya 3 bulan kemudian, korban tiba-tiba kembali menelpon pihak keluarga bahwa si korban atas nama MIS mengatakan bahwa dirinya telah ditahan oleh kepolisian Kamboja diperbatasan negara Thailand beserta paspor miliknya.

Korban menyampaikan kepada keluarga, pihak yang membawanya kerja keluar negri sudah melarikan diri saat ada penangkapan oleh pihak kepolisian kamboja.

Setelah dilakukan penahanan selama 7 hari diperbatasan Thailand, MIS dan ratusan korban lainnya dipindahkan ke tahanan imigrasi dekat bandara Siem Reap, dan sampai saat ini korban masih ditahan ditempat tersebut beserta ratusan orang lainnya dari Indonesia.

Dan saat ini, ibu korban berharap agar anak nya tersebut bisa dibantu untuk segera dipulangkan, pihak keluarga menaruh rasa takut kepada anaknya yang terkatung-katung di negara Kamboja, apalagi pihak keluarga selama ini mendengar bahwa banyak orang indonesia yang dibunuh dan diambil organ tubuhnya disana.

“Saya berharap bisa segera dibantu untuk dipulangkan, saya takut anak saya diapa-apakan disana”. Harap ibu kandung korban

Berita Lainnya