Universitas Teuku Umar Resmi Buka Prodi S1 Biosains Hewan, Pertama di Sumatera
Meulaboh | BumpNews.ID - Universitas Teuku Umar (UTU) resmi membuka Program Studi Sarjana Biosains Hewan (S1) di bawah Fakultas Pertanian, sekaligus menjadi Prodi Biosains Hewan pertama di Pulau Sumatera dan kedua di Indonesia setelah Institut Pertanian Bogor (IPB).
Pembukaan prodi ini memiliki dasar hukum melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 385/B/O/2025 tertanggal 26 Mei 2025 serta telah terakreditasi LAMSAMA.
Kampus UTU mulai menerima mahasiswa baru angkatan pertama pada tahun akademik 2026 dengan gelar lulusan Sarjana Peternakan (S.Pt.).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UTU, M. Aman Yaman, mengatakan pembukaan Prodi Biosains Hewan merupakan langkah strategis kampus dalam mendukung program nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan swasembada pangan.
Prodi ini kata dia, dirancang untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis biosains hewan tropika.
"Mahasiswa akan dibekali kompetensi di bidang nutrisi, kesehatan, reproduksi, serta bioteknologi hewan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pangan hewani secara berkelanjutan," ujar
M. Aman Yaman.
Kurikulum prodi juga diselaraskan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, terutama pada penguatan sumber daya manusia dan kemandirian pangan berbasis riset inovatif.
Keunggulan Prodi Biosains Hewan UTU terletak pada fokus kajian bioteknologi fauna tropika kawasan Indo-Malaya dengan memanfaatkan ekosistem gambut, pesisir, dan perairan Barat Selatan Aceh sebagai laboratorium alam.
Pendekatan pembelajaran berbasis riset dan proyek diharapkan membekali mahasiswa pemahaman biologi hewan dari tingkat molekuler hingga ekosistem.
Pada tahun pertama, pihak kampus menargetkan penerimaan 40 mahasiswa melalui jalur SNBP, SNBT, SMMPTN-Barat, dan Ujian Mandiri UTU.
Selain itu Universitas Teuku Umar juga menyediakan dukungan beasiswa seperti KIP Kuliah dan Beasiswa Unggulan.
Lulusan prodi ini diproyeksikan memiliki prospek karier luas sebagai peneliti, praktisi industri pakan dan farmasi, konsultan zoologi, hingga wirausaha agroindustri.









Komentar