Sekilas Info

Putri Munira Ceritakan Pengalaman Belajar di National University of Singapore

Mahasiswi Prodi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Putri Munira Ponnui

Singapura | BumpNews.ID – Langkah Putri Munira Ponnui membawa namanya melampaui ruang-ruang kuliah di Banda Aceh.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry itu kini menjalani pengalaman belajar di National University of Singapore (NUS), salah satu kampus terbaik di dunia, melalui program Fast Track Summer School 2026.

Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Saat pertama kali mengikuti perkuliahan yang dimulai pada 30 Juni 2026, Putri Munira mengaku harus berhadapan dengan ritme belajar yang jauh berbeda dari yang selama ini ia kenal.

"Awalnya kaget karena dosennya mengajar sangat cepat dan di sini semuanya serba cepat. Tapi dosennya sangat membantu sehingga lama-kelamaan saya mulai bisa menyesuaikan diri," ujar Putri Munira.

Ia mengikuti mata kuliah Singapore, Asia and the Global Economy di kampus tersebut, yang membahas perjalanan Singapura menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.

Selain menyerap materi perkuliahan, ia juga berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, pengalaman yang menurutnya membuka cara pandang baru terhadap dunia.

Memasuki pekan kedua, tantangan semakin terasa. Materi kuliah yang padat dan kuis menjadi bagian dari rutinitas.

Namun, Putri Munira justru melihatnya sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan akademik.

"Kalau di Aceh biasanya materi sekitar lima slide, di sini bisa lebih dari empat puluh slide dalam satu pertemuan. Namun semuanya dijelaskan secara mendalam sehingga benar-benar membuat kami memahami materinya," katanya.

Ia juga mengapresiasi pendekatan para dosen di NUS yang dinilai sangat mendukung mahasiswa internasional.

Menurutnya, dosen menyediakan terjemahan soal kuis bagi peserta yang membutuhkan serta membuka ruang konsultasi agar semua mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Memasuki pekan terakhir, rasa canggung yang sempat muncul perlahan menghilang. Putri Munira mengaku sudah mampu mengikuti ritme perkuliahan, aktif berdiskusi, dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

"Alhamdulillah, di minggu ketiga saya sudah mulai terbiasa. Belajar dengan ritme cepat sudah tidak terasa mengejutkan lagi," ungkapnya.

Bagi Putri Munira, mengikuti Fast Track Summer School bukan sekadar mengejar pengalaman akademik.

Program itu menjadi ruang untuk melatih kemandirian, memperkuat kemampuan beradaptasi, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam lingkungan internasional.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani mencoba kesempatan belajar di tingkat global.