Sekilas Info

Pemkot Usulkan Subulussalam Jadi Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Sebelum bertolak ke Jakarta, Mentri Kordinator Pangan,Zulkifli Hasan foto bersama Wali Kota Subulussalam, HRB dan juga ketua TP.PKK Subulussalam Hj.Yarnida Zai.(Foto:Mansah Berutu/Bumpnews.ID)

Subulussalam | BumpNews.ID – Pemerintah Kota Subulussalam mengusulkan daerahnya ditetapkan sebagai kawasan lumbung pangan nasional saat menerima kunjungan tiga Menteri Republik Indonesia, Kamis, 8 Januari 2026.

Kunjungan ini menjadi momen strategis sekaligus catatan penting sejak berdirinya Pemerintah Kota Subulussalam.

Tiga menteri yang hadir yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Rombongan bertolak dari Jakarta menuju Bandara Silangit, Sumatera Utara, lalu melanjutkan perjalanan dengan helikopter ke Lapangan Bola Pegayo, Subulussalam.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut Wali Kota Subulussalam H. Rasyid Bancin bersama unsur Forkopimda, jajaran Pemko Subulussalam, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.

Agenda kunjungan diawali dengan ziarah ke makam ulama besar Syekh Hamzah Fansuri di Desa Oboh. Selain berdoa, rombongan juga melakukan penanaman bibit pohon kayu kapur sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Selanjutnya, rombongan menuju Pendopo Wali Kota Subulussalam. Sekitar 400 tokoh masyarakat, ulama, dan pimpinan pesantren dari Subulussalam dan Aceh Singkil hadir dalam pertemuan tersebut.

Pada kesempatan itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban banjir sekaligus menyampaikan komitmen penguatan sektor pangan di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Subulussalam secara resmi menyampaikan sejumlah usulan kepada Menko Bidang Pangan, di antaranya penetapan Subulussalam sebagai kawasan lumbung pangan nasional.

lumbung pangan nasional nantinya akan berbasis pertanian dan peternakan, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dari alih fungsi lahan, dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik ketahanan pangan, serta perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani dan peternak.

Mantan Anggota DPRK Subulussalam sekaligus Sekretaris DPD PAN Kota Subulussalam, Bahagia Maha, menilai kunjungan ini sebagai momentum bersejarah bagi Subulussalam.

“Sejak Pemko Subulussalam berdiri, baru dua kali pejabat negara berkunjung. Tahun 2012 satu kunjungan, dan pada awal 2026 ini, tepat 11 bulan kepemimpinan H. Rasyid Bancin, tiga menteri hadir bersamaan,” ujarnya.

Ia optimistis, usulan yang disampaikan Pemko Subulussalam akan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan berdampak pada percepatan pembangunan daerah.

“Ini peluang besar bagi Subulussalam untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak,” pungkasnya.