Sekilas Info

Dalam Dua Bulan, HRB Hadirkan 7 Anggota DPR RI dan 3 Menteri ke Subulussalam

Wali Kota Subulussalam, HRB serahkan kamus Singkil-Indonesia kepada Menteri Pangan, Zulkifli Hasan.(Foto:Mansah Berutu/Bumpnews.ID)
Wali Kota Subulussalam, HRB serahkan kamus Singkil-Indonesia kepada Menteri Pangan, Zulkifli Hasan.(Foto:Mansah Berutu/Bumpnews.ID)

Subulussalam | BumpNews.ID – Komitmen Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin (HRB), dalam mendorong percepatan pembangunan daerah terus diperkuat melalui pendekatan langsung ke pemerintah pusat.

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, sedikitnya tujuh Anggota DPR RI hingga tiga Menteri Republik Indonesia berhasil dihadirkan ke Kota Subulussalam.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperlihatkan secara langsung kondisi riil Kota Subulussalam yang hingga kini masih membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, khususnya melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kota Subulussalam yang resmi berdiri pada 2007 setelah mekar dari Kabupaten Aceh Singkil, dinilai masih memerlukan perhatian serius untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan hingga Kamis (8/1/2026), tercatat sebanyak 10 pejabat nasional telah berkunjung ke Kota Subulussalam atas fasilitasi Wali Kota Rasyid Bancin.

Kunjungan terbaru diwarnai kehadiran tiga menteri yang turun langsung ke Bumi Sada Kata.

Ketiga menteri tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso,  serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Rombongan bertolak dari Jakarta menuju Bandara Silangit, Sumatera Utara, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter dan mendarat di Lapangan Sepak Bola Kampong Pegayo, Kamis (8/1/2026).

Setibanya di Subulussalam, para menteri langsung melakukan kunjungan ke Makam Syekh Hamzah Fansuri di Kampong Oboh, Kecamatan Rundeng.

Kehadiran tiga menteri sekaligus ini menjadi catatan sejarah tersendiri, karena merupakan yang pertama kali sejak Pemerintah Kota Subulussalam terbentuk.

Sebelumnya, pada 17 November 2025, Wali Kota Subulussalam juga memfasilitasi kunjungan tujuh Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ke daerah tersebut.

Kunjungan yang dipimpin Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan itu bertujuan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait konflik lahan plasma yang terjadi di wilayah Subulussalam.

Rombongan BAM DPR RI saat itu meninjau langsung lokasi konflik lahan antara masyarakat dan PT Laot Bangko di kawasan Kecamatan Penanggalan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Wali Kota Subulussalam, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat di Aula Kantor Wali Kota Subulussalam, kawasan Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri.

Selain Ahmad Heryawan, sejumlah anggota BAM DPR RI yang turut hadir antara lain Obon Tabroni, Yudha Novanza Utama, Kawendra Lukistian, dan Muhammad Haris.

Upaya intensif menghadirkan pemangku kebijakan nasional tersebut diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan strategis bagi Kota Subulussalam.***