Reses di Penuntungan, Warga Minta DPRK Subulussalam Dorong Pengembangan Wisata
Subulussalam — Warga Kampong Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, meminta dukungan pemerintah melalui DPRK Subulussalam untuk meningkatkan tata kelola sektor pariwisata di daerah mereka, khususnya kawasan wisata pemandian sungai alami Lae Penuntungan.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRK Subulussalam, Ardhiyanto atau yang akrab disapa Toto Ujung, di halaman Kantor Desa Penuntungan, Jumat (6/6) malam.
Kegiatan itu turut dihadiri Camat Penanggalan Cari Dengan Bancin, Kapolsek Penanggalan AKP Abdul Malik, Kepala Mukim Penanggalan Abdul Haris Muda Bancin, Kepala Kampong Penuntungan Samsul Berutu, Anggota Tim GTRA Kota Subulussalam Nukman Suryadi Angkat, serta puluhan warga setempat.
Dalam sambutannya, Camat Penanggalan Cari Dengan Bancin menjelaskan bahwa reses merupakan agenda penting bagi anggota legislatif untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
"Silakan bapak dan ibu menyampaikan langsung kepada bapak dewan terkait aspirasi dan kebutuhan masyarakat," ujar Cari.
Pada sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan desa hingga pengembangan sektor pariwisata yang dinilai masih belum dikelola secara optimal.
Salah seorang tokoh masyarakat, Mustafa, mengatakan Kampong Penuntungan memiliki potensi wisata alam yang cukup besar melalui objek wisata pemandian sungai Lae Penuntungan. Namun, menurutnya, sarana dan prasarana pendukung masih perlu mendapat perhatian pemerintah.
"Kampong Penuntungan ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pemandian sungai alami Lae Penuntungan. Kami berharap dukungan sarana dan prasarana wisata agar pengelolaan pariwisata di desa ini menjadi lebih baik dan mampu menarik lebih banyak pengunjung," kata Mustafa.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga, Ardhiyanto berkomitmen untuk memperjuangkan pembangunan di Kampong Penuntungan melalui dukungan anggaran.
Politikus Partai Aceh itu menyebut akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung program pembangunan yang menjadi prioritas masyarakat desa.
"Nanti silakan Pak Geuchik bermusyawarah dengan masyarakat terkait program-program yang akan dilaksanakan dari anggaran Rp200 juta tersebut," ujar Ardhiyanto.
Ia berharap anggaran yang akan diperjuangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata yang dimiliki Kampong Penuntungan.









Komentar