Jaga Stabilitas Harga, China Batasi Produksi Batu Bara dan Baja
Beijing | BumpNews.ID – Pemerintah Tiongkok mengambil langkah tegas membatasi produksi di dua sektor energi dan industri utama, yakni batu bara dan baja, guna menjaga stabilitas harga serta mengurangi risiko kelebihan kapasitas yang bisa mengganggu pasar domestik maupun global.
Mengutip laporan Reuters, Jumat (29/8/2025), langkah ini datang setelah produksi batu bara pada paruh pertama 2025 melonjak lebih dari 5 persen, sehingga menekan harga hingga 30 persen di beberapa wilayah.
Namun, pada Juli, produksi justru merosot ke titik terendah dalam setahun setelah otoritas memperketat inspeksi dan memastikan tambang beroperasi sesuai kapasitas yang diizinkan. Di provinsi Shanxi pusat produksi batu bara utama sedikitnya 54 tambang kokas dengan kapasitas gabungan 61,1 juta ton per tahun telah menghentikan atau mengurangi produksinya.
Selain batu bara, pemerintah juga menargetkan pemangkasan output baja. Dokumen kebijakan yang bocor menyebutkan Beijing berupaya memangkas produksi baja mentah di sejumlah provinsi guna meredam kelebihan pasokan yang berpotensi menekan harga global serta menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan kampanye “anti-involusi” yang menekankan perlunya mengurangi persaingan berlebihan antar industri padat energi.
Para analis memperingatkan, penurunan harga komoditas dapat melemahkan investasi perusahaan tambang maupun pabrik baja, sehingga meningkatkan risiko keselamatan kerja.
Kekhawatiran ini diperkuat menjelang parade militer besar pada 3 September mendatang, di mana pemerintah ingin memastikan situasi industri dan keamanan tetap terkendali.
Dengan strategi ini, Tiongkok berusaha menyeimbangkan kepentingan ekonomi, kestabilan harga energi, serta keselamatan kerja, sambil mengirimkan sinyal kuat ke pasar global bahwa Beijing serius mengendalikan over kapasitas di sektor energi dan industri berat









Komentar