Sambut Hari Santri, Guru Dayah Aceh Singkil Dibekali Pelatihan AI
SINGKIL | BUMPNEWS.ID — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Singkil bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Singkil menggelar pelatihan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bagi guru dayah atau guru pondok pesantren, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Aceh Singkil itu digelar untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diperingati setiap 22 Oktober. Melalui kegiatan ini, para guru dayah diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, serta meningkatkan efektivitas administrasi pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi keilmuan pesantren.
Sekretaris PCNU Aceh Singkil, Abd. Jakfar, kepada AJNN mengatakan, perkembangan teknologi informasi menuntut lembaga pendidikan Islam, termasuk dayah dan pondok pesantren, untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Melalui pelatihan ini, kita berharap para guru dayah dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya AI, untuk mendukung proses pembelajaran di dayah masing-masing,” ujar Jakfar dalam sambutannya.
Ia berharap peserta mengikuti pelatihan secara serius agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung di lingkungan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, pelatihan tersebut tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dayah di Aceh Singkil.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Singkil yang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kamaluddin, SE, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para peserta dari berbagai dayah dan pondok pesantren yang telah berpartisipasi.
Menurut Kamaluddin, pelatihan ini dapat terlaksana berkat kerja sama dan sinergi antara Kemenag Aceh Singkil dan PCNU Aceh Singkil. Kolaborasi antarlembaga, kata dia, penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan keagamaan Islam di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Ia berharap para guru dayah semakin mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya secara positif untuk menunjang proses pembelajaran serta kemajuan lembaga pendidikan Islam di daerah tersebut.
Pelatihan ini menghadirkan Awelfuddin, A.Md., pegiat teknologi informasi (IT) Aceh Singkil, sebagai narasumber. Materi yang diberikan berfokus pada digitalisasi dan pemanfaatan AI sebagai sarana pendukung kegiatan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membuka peluang bagi guru dayah untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Selain meningkatkan keterampilan tenaga pendidik, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di lingkungan dayah dan pondok pesantren. Penggunaan teknologi diharapkan berjalan seiring dengan penguatan karakter santri, nilai-nilai keislaman, dan tradisi keilmuan yang menjadi ciri khas pendidikan dayah.
Melalui sinergi Kemenag dan PCNU Aceh Singkil, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan teknologi secara positif dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di Kabupaten Aceh Singkil.**









Komentar