Pengamat Ingatkan Risiko Kutukan Sumber Daya pada Pengelolaan Migas Andaman
Meulaboh | BumpNews.ID - Pengamat ekonomi dari Universitas Teuku Umar (UTU), Rollis Juliansyah, mengingatkan Pemerintah Aceh agar mengelola potensi minyak dan gas (migas) di Blok Andaman secara hati-hati.
Tanpa tata kelola yang baik, kekayaan sumber daya alam berisiko memunculkan fenomena resource curse atau kutukan sumber daya.
Rollis mengatakan daerah yang terlalu bergantung pada sektor migas berpotensi mengalami perlambatan pembangunan ketika cadangan sumber daya mulai menurun.
Karena itu kata dia, pendapatan dari sektor migas perlu diarahkan untuk memperkuat sektor produktif lainnya.
"Ada teori yang mengungkapkan resource curse atau kutukan sumber daya alam, di mana negara yang kaya SDA justru mengalami pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang lambat. Kondisi ini seperti pepatah ayam mati di lumbung padi," kata Rollis, Jumat (10/7).
Menurutnya, Pemerintah Aceh perlu memanfaatkan penerimaan migas untuk mengembangkan sektor pertanian, perikanan, agroindustri, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga ekonomi digital agar tercipta efek berganda bagi perekonomian daerah.
Ia juga mendorong pembentukan Dana Abadi Daerah (Sovereign Wealth Fund) sebagai instrumen menjaga keberlanjutan ekonomi ketika produksi migas menurun.
Selain aspek ekonomi, Rollis mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, eksplorasi migas berpotensi menimbulkan pencemaran laut, konflik ruang dengan nelayan, hingga persoalan sosial apabila tidak diikuti kebijakan yang tepat.
Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan master plan transformasi ekonomi, memperkuat tenaga kerja lokal, serta memperketat pengawasan lingkungan agar potensi migas Blok Andaman benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Aceh.