Pelantikan PW HUDA, Tarmizi Tegaskan Komitmen Bangun Aceh Barat Berlandaskan Syariat
Aceh Barat | Bumpnews.ID – Bupati Aceh Barat, Tarmizi menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (PW HUDA) Kabupaten Aceh Barat masa khidmat 2026–2031 yang berlangsung di Dayah Ruhul Qurani, Sabtu (7/3/2026).
Dalam sambutannya, Tarmizi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ulama dayah di Kabupaten Aceh Barat yang selama ini terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga nilai-nilai syariat Islam di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, sejak awal dilantik sebagai Bupati Aceh Barat, salah satu langkah pertama yang dilakukan pihaknya adalah menjalin komunikasi dengan para ulama untuk membahas arah dan penguatan penerapan syariat Islam ke depan di daerah tersebut.
“Begitu pertama kami dilantik, langkah awal yang kami lakukan adalah duduk bersama para ulama untuk membahas arah syariat Islam ke depan. Dari pertemuan itu lahir beberapa rekomendasi yang menjadi pedoman untuk kita jalankan bersama,” ujar Tarmizi.
Menurutnya, saat ini Aceh Barat menghadapi berbagai tantangan sosial yang cukup serius, seperti penyalahgunaan narkoba, munculnya aliran sesat, praktik perjudian, hingga berbagai tindak kriminal lainnya.
Oleh karena itu, peran ulama dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk bersama-sama menjaga daerah.
“Tantangan yang kita hadapi saat ini sangat besar, mulai dari narkoba, aliran sesat, judi hingga kriminalitas. Jika semua itu hanya diharapkan kepada pemerintah saja, tentu tidak akan selesai tanpa adanya kolaborasi dan sinergi antara ulama serta seluruh tokoh masyarakat,” jelasnya.
Tarmizi juga menegaskan bahwa kewenangan pemerintah daerah dalam penegakan aturan memiliki keterbatasan.
Menurutnya, dalam pelaksanaan penindakan di lapangan, pemerintah hanya didukung oleh aparat seperti kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Kadang-kadang ada yang berharap kepada pemerintah atau bupati untuk menindak tegas berbagai pelanggaran. Padahal, di sisi lain pemerintah hanya memiliki dukungan dari polisi dan Satpol PP. Karena itu dukungan masyarakat dan ulama sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini para ulama dayah terus memberikan nasihat, masukan, dan pengingat kepada pemerintah daerah terkait pelaksanaan syariat Islam di Aceh Barat.
“Semua nasihat para ulama harus kita dengar, sami’na wa atho’na. Jika kita abaikan, maka akan berdampak buruk. Oleh karena itu setiap masukan dari ulama tidak pernah membuat kami tersinggung, justru menjadi penguat bagi pemerintah,” ujarnya.
Tarmizi berharap ke depan sinergi antara ulama dayah, Majelis Ulama Dayah Aceh (MUDAP), para santri, dan pemerintah daerah terus diperkuat agar cita-cita bersama dalam mewujudkan Aceh Barat yang religius dan berlandaskan syariat Islam dapat tercapai.
“Bagaimana ulama dayah, MUDAP, para santri, serta pemerintah dapat terus bersinergi, sehingga cita-cita kita bersama untuk membangun daerah ini bisa terwujud,” pungkasnya.









Komentar