Sekilas Info

Banjir Meluas di Aceh Barat, 3.725 KK Terdampak, BPBD Fokus Evakuasi dan Penyaluran Logistik

ACEH BARAT | BumpNews.ID — Banjir akibat tingginya intensitas hujan sejak Rabu (26/11/2025) terus meluas di Kabupaten Aceh Barat. Data terbaru Pusdalops BPBD Aceh Barat pada Jumat (28/11/2025) pukul 16.00 WIB mencatat 3.725 KK atau 7.418 jiwa terdampak di 10 kecamatan dan 64 gampong.

Plt Kalaksa BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, SP., M.I.L, mengatakan banjir terjadi setelah debit air Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meningkat drastis akibat hujan deras yang tak kunjung reda.

“Tim kami sudah berada di lapangan sejak awal kejadian untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan distribusi logistik. Sejumlah wilayah masih terendam dengan ketinggian air bervariasi hingga lebih dari satu meter,” ujar Teuku Ronald.

Banjir merendam permukiman di Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Sungai Mas, Arongan Lambalek, Woyla Timur, Woyla Barat, Pante Ceureumen, Kaway XVI, Samatiga, dan Woyla.

Di beberapa titik seperti Sungai Mas dan Woyla Timur, ketinggian air mencapai 1–1,5 meter. Di Kompleks Perumahan IOM, air terpantau sekitar 1 meter. Akses jalan ke sejumlah gampong juga masih terputus.

BPBD bersama unsur TNI, Polri, BASARNAS, PT MIFA, PT BEL, AMM, PT. TBU UKM-PK UTU, RAPI, dan ORARI melakukan, Evakuasi warga menggunakan rubber boat di beberapa kecamatan.

Pendirian dapur umum dan posko pengungsian, Pengantaran logistik ke Sungai Mas, Pante Ceureumen, Woyla Timur, dan Woyla Barat. Pembukaan Posko Darurat Bencana di Mako BPBD Aceh Barat. Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat turut turun ke lapangan mengantar bantuan bagi warga terdampak.

Hingga Jumat sore, debit air sungai masih tinggi di kawasan Krueng Meureubo dan Krueng Woyla. Beberapa kecamatan seperti Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Kaway XVI masih terdampak banjir.

BPBD memastikan stok logistik aman dan distribusi terus dilakukan.

“Kami terus memantau seluruh titik banjir. Masyarakat diminta tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan,” kata Teuku Ronald.