1. Internasional

Sharaa Gelar Pemilu Parlemen Suriah, Sistem Electoral College Tuai Sorotan

Seorang perempuan mengucapkan sumpah saat pemilihan anggota subkomite yang mengawasi pemilu parlemen Suriah, di Damaskus, Suriah, 3 September 2025. FOTO/Reuters

Damaskus | BumpNews.ID – Suriah akan menggelar pemilu parlemen pertama sejak kejatuhan Bashar al-Assad pada 5 Oktober mendatang, Rabu (24/9/2025).

Namun, sistem electoral college yang dipilih Presiden Ahmed al-Sharaa menuai kritik karena dinilai dapat mempersempit inklusivitas politik di tengah bangsa yang masih rapuh pasca perang.

Komite regional telah membentuk electoral college yang akan memilih dua pertiga dari 210 kursi Majelis Rakyat. Sementara sepertiga kursi lainnya akan ditunjuk langsung oleh Presiden Sharaa.

Pemerintah beralasan, pemilihan sistem ini lebih realistis dibanding pemilu langsung karena Suriah belum memiliki data kependudukan akurat akibat perang panjang dan gelombang pengungsian massal.

Proses tersebut dikendalikan oleh sebuah badan beranggotakan 11 orang yang ditunjuk Sharaa pada Juni lalu. Badan ini kemudian membentuk sub-komite di daerah yang bertugas menyeleksi anggota electoral college melalui konsultasi lokal.

Dari mekanisme itu, sekitar 6.000 orang telah diumumkan sebagai daftar awal pemilih. Untuk dapat mencalonkan diri sebagai anggota parlemen, seseorang harus lebih dulu menjadi bagian dari electoral college.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Sharaa memperkokoh kekuasaan di tengah negara yang masih terpecah.

Namun, kecurigaan publik tetap tinggi, terutama dari kelompok minoritas Kurdi, Druze, dan Alawit, yang khawatir akan terpinggirkan dari proses politik di bawah pemerintahan baru yang dipimpin kelompok Islamis Sunni.

Pemilu parlemen ini menjadi ujian krusial bagi masa depan Suriah, apakah akan menjadi pintu masuk bagi rekonsiliasi nasional atau justru memperdalam ketegangan politik dan sosial di negeri yang baru saja keluar dari konflik berkepanjangan.

Berita Lainnya