1. Aceh Barat

Ahmad Yani, Konsisten Perjuangkan Suara Rakyat: Mulai Dari Pendidikan Hingga Lolos Teror

BumpNews.ID | Aceh Barat - Di tengah riuh aspirasi masyarakat Aceh Barat, nama Ahmad Yani, politisi Partai Gerindra, muncul sebagai figur vokal yang dekat dengan rakyat.

Dua periode menjabat sebagai anggota DPRK, ia dikenal tegas mengawal isu-isu strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, budaya, hingga syariat Islam serta pemberdayaan perempuan dan pemuda.

Yani menegaskan, politik sejati adalah pengabdian. Bagi dia, kebijakan bukan sekadar angka dalam rapat, melainkan keputusan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Soroti Pendidikan

Dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (Raqan APBK) 2025, Yani menyoroti serius masalah pemerataan guru dan pendidikan di pelosok. Ia mengungkapkan, masih terdapat 799 anak tidak sekolah (APS) di Aceh Barat.

“Masalah ini alarm bagi pemerintah daerah. Distribusi guru timpang, sekolah unggul menimbulkan kecemburuan, dan kebijakan zonasi butuh evaluasi,” tegasnya.

Fraksi Gerindra melalui dirinya bahkan mendorong penghapusan sekolah unggul dan percontohan, agar sistem pendidikan menjadi inklusif dan berbasis zonasi.

Pernah Jadi Target Teror

Namun perjalanan politik Yani tidak selalu mulus. Pada 8 Juni 2020, rumahnya di Desa Alue Perman, Woyla Barat, diteror ledakan granat. Peristiwa itu meninggalkan trauma bagi keluarga, meski dirinya selamat.

Bagi Yani, insiden itu merupakan risiko dari sikap kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan. “Pengawasan adalah panggilan tugas. Itu bukan soal siapa yang tersinggung, tapi demi rakyat,” ujarnya.

Dekat dengan Mahasiswa dan Rakyat

Selain di ruang sidang, Yani kerap turun langsung mendengar suara rakyat. Ketika mahasiswa Aceh Barat berunjuk rasa di DPRK, ia memilih duduk bersama mereka, bukan sekadar memberikan jawaban politis.

“Semangat kritis adik-adik mahasiswa adalah energi perubahan yang kita butuhkan,” ucapnya kala itu.

Integritas di Atas Jabatan

Pasca Pemilu 2024, Fraksi Gerindra tidak mendapat kursi pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD). Namun Yani menegaskan, fungsi legislasi, pengawasan, dan penyaluran aspirasi tetap bisa berjalan tanpa jabatan struktural.

“Meski tak mendapat jatah pimpinan, fungsi kami tetap sama,” tegasnya.

Legislator Inspiratif

Bagi masyarakat, Ahmad Yani bukan sekadar nama di daftar anggota dewan. Ia dikenal sebagai wakil rakyat yang berani bersuara, bahkan ketika suara itu berisiko memicu ancaman.

Di Komisi IV, ia membawa isu pendidikan, kesehatan, budaya, dan sosial ke dalam dialog serius. Di lapangan, ia mendengar langsung aspirasi rakyat. Sementara di panggung politik, ia menempatkan fungsi legislatif di atas kepentingan jabatan.

Berita Lainnya