Sekilas Info

Karhutla Aceh Barat Meluas hingga 23,6 Hektare, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing

ACEH BARAT | BumpNews.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat hingga Selasa (2/6/2026) malam telah menghanguskan sekitar 23,6 hektare lahan. Tim gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dijadwalkan mengerahkan helikopter water bombing mulai Rabu (3/6/2026) pagi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan titik-titik kebakaran tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo.

Karhutla pertama teridentifikasi pada Sabtu, 30 Mei 2026, di wilayah Kecamatan Bubon. Sehari kemudian, BPBD kembali menerima laporan kebakaran lahan dari masyarakat di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. Selanjutnya pada Senin, 1 Juni 2026, muncul titik api baru di Gampong Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Aceh Barat langsung mengerahkan personel ke lapangan untuk melakukan pemadaman dan pencegahan meluasnya api. Sebanyak 16 personel dari Mako BPBD dan lima personel dari Pos Damkar Woyla diturunkan untuk memutus jalur penjalaran api di sejumlah lokasi.

Pada Selasa (2/6/2026), upaya pemadaman terus dilanjutkan. Danpos Damkar Arongan melakukan pemantauan di lokasi kebakaran Gunong Pulo, sementara tim BPBD melanjutkan operasi pemadaman di Gampong Layung, Kecamatan Bubon, dan Gampong Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo.

Hingga pukul 20.30 WIB, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 23,6 hektare dengan rincian sekitar 20 hektare di Kecamatan Bubon, 1 hektare di Johan Pahlawan, 1 hektare di Arongan Lambalek, dan 1,6 hektare di Meureubo.

Dari total area terdampak, sekitar 8 hektare di Kecamatan Bubon atau 40 persen telah berhasil ditangani. Sementara itu, kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan dan Arongan Lambalek telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Adapun di Kecamatan Meureubo, proses pemadaman telah mencapai sekitar 90 persen.

Meski demikian, sejumlah titik api masih terpantau aktif dan berpotensi meluas akibat kondisi angin yang cukup kencang. Asap tebal juga menjadi kendala bagi petugas karena mengurangi jarak pandang di lokasi kejadian. Selain itu, akses menuju titik kebakaran yang sulit dilalui kendaraan roda empat turut menghambat proses penanganan.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Aceh Barat, Kodim Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil dan Polsek setempat, KPH IV, serta masyarakat sekitar. Dalam operasi tersebut, petugas didukung dua unit kendaraan double cabin, satu unit Panther pick-up, tiga unit mesin pompa air BPBD Aceh Barat, dan satu unit pompa air milik masyarakat.

Karhutla yang terjadi tidak hanya merusak vegetasi tanaman, tetapi juga menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.

Kabar baiknya, BNPB dijadwalkan mulai melakukan operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing pada Rabu (3/6/2026) pukul 08.00 WIB. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran dan mencegah meluasnya area terdampak di Aceh Barat.