Gajah Liar Rusak Kebun Warga, Tim WRU BPBD Aceh Barat Lakukan Penanganan Intensif
ACEH BARAT — Tim Wildlife Responsive Unit (WRU) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat turun langsung ke lapangan untuk menangani interaksi gajah liar dengan warga di dua gampong, yakni Gampong Trans Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, dan Gampong Pungkie, Kecamatan Sungai Mas. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Minggu malam, 15 Juni 2025, sekitar pukul 22.23 WIB.
Menurut laporan yang diterima Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Barat, gajah liar yang diduga bergerak sendiri (soliter) merusak sejumlah tanaman perkebunan milik warga di dua wilayah tersebut. Di Gampong Pungkie, kerusakan tercatat mencapai 100 batang sawit dan 10 tanaman perkebunan jenis campuran. Sementara di Gampong Trans Lango, kerusakan lebih besar, yaitu sekitar 200 batang sawit dan 30 tanaman lainnya.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T. Ronal Nehdiansyah, SP., M.IL, menyebutkan bahwa laporan pertama diterima dari warga Gampong Pungkie pada pukul 10.20 WIB. Laporan kedua menyusul malam harinya dari Gampong Trans Lango. Dugaan awal, gajah-gajah tersebut merupakan individu soliter, namun ada pula indikasi keterlibatan kawanan gajah liar dari koridor tengah Alue Kuyun–Beutong.

“Kami langsung mengerahkan Tim WRU ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan menghalau gajah menjauh dari pemukiman serta perkebunan warga,” ujar Ronal dalam keterangannya.
Hingga Rabu, 18 Juni 2025, penanganan masih terus dilakukan di wilayah Gampong Trans Lango dan Gampong Lawet. Di Gampong Pungkie sendiri teridentifikasi dua ekor gajah liar yang merusak kebun warga di dua lokasi berbeda dalam satu wilayah administrasi. Kondisi serupa juga ditemukan di Gampong Trans Lango, yang dilaporkan terdapat dua ekor gajah liar di lokasi terpisah.
Gajah yang paling sering berinteraksi di wilayah Trans Lango bahkan telah dikenali masyarakat dengan nama “Topan”. Gajah ini diketahui telah empat kali masuk ke kawasan tersebut dalam sebulan terakhir, dan merupakan gajah liar terbesar yang saat ini terpantau di Kabupaten Aceh Barat.

Penanganan di lokasi menghadapi sejumlah kendala, seperti sulitnya akses menuju titik kejadian serta pergerakan gajah yang berpindah-pindah. Tim WRU masih terus melakukan aksi penghalauan hingga dini hari, dan diperkirakan penanganan di Gampong Pungkie akan rampung pada Rabu ini.
Dalam operasi penanganan ini, BPBD Aceh Barat mengerahkan dua unit kendaraan Rescue Tactical, yaitu Ford Ranger dan Isuzu Dmax. Penanganan juga melibatkan unsur masyarakat dan aparatur gampong, yakni dari Trans Lango, Lawet, dan Pungkie.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika melihat keberadaan gajah liar di sekitar pemukiman.









Komentar