Peneliti BRIN Temukan Spesies Baru Cicak di Simeulue diberi nama Cyrtodactylus maryantoi
Jakarta | BumpNews.ID - Seorang peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendeskripsikan spesies baru cicak jari bengkok (Cyrtodactylus) dari Pulau Simeulue, Aceh.
Adapun temuan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah Zootaxa pada 4 Agustus 2025.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Awal Riyanto, menyebut spesies tersebut diberi nama Cyrtodactylus maryantoi untuk menghormati Profesor Ibnu Maryanto, pakar mamalia Indonesia di BRIN.
“Nama maryantoi merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi beliau dalam membimbing dan menginspirasi generasi baru taksonomis dan konservasionis,” kata Awal, dikutip dari Tempo, Rabu (3/9/2025).
Menurut Awal, berdasarkan penelitian menggunakan pendekatan taksonomi integratif dengan analisis molekuler (genetik) dan morfologi. Hasil analisis menunjukkan spesimen dari Simeulue merupakan spesies saudara dari Cyrtodactylus awalriyantoi di Sumatra Barat, dengan tingkat perbedaan genetik mencapai 12,4–12,7 persen.
Awal menjelaskan, cicak jari bengkok adalah marga yang pertama kali dideskripsi oleh Gray pada 1827 dari Pulau Penang, Malaysia.
Saat ini, tercatat sekitar 283 spesies telah teridentifikasi di berbagai kawasan Asia hingga Australia.









Komentar