Sekilas Info

Aceh Barat Bangun Benteng Bencana dari Gampong, 400 Personel Ditempa

ACEH BARAT | BumpNews.ID – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya kebakaran permukiman serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upaya tersebut dilakukan melalui Apel Siaga yang melibatkan 400 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Satuan Tugas (Satgas) Pageu Gampong dari tiga kecamatan, yakni Johan Pahlawan, Samatiga, dan Meureubo.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Teuku Umar itu tidak hanya menjadi apel kesiapsiagaan, tetapi juga diisi dengan simulasi penanganan keadaan darurat. Para peserta mendapatkan pembekalan teknis dari BPBD Aceh Barat, mulai dari teknik pemadaman api, penanganan awal kondisi darurat, hingga langkah cepat mencegah api menjalar ke permukiman warga.

Keterlibatan masyarakat di tingkat gampong dinilai penting karena menjadi lapisan pertama dalam menghadapi bencana sebelum petugas dari tingkat kabupaten tiba di lokasi.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, mengatakan keberadaan Pageu Gampong memiliki peran strategis dalam mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi bencana.

“Pageu Gampong adalah penghubung informasi yang sangat krusial. Mereka adalah garda terdepan BPBD dan pemerintah daerah untuk pelaporan dini. Dengan melapor cepat, tindakan penanggulangan bisa dilakukan secara presisi sebelum api membesar,” ujar Tarmizi.

Menurutnya, kecepatan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang petugas melakukan penanganan sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Karena itu, keberadaan Satlinmas dan Pageu Gampong diharapkan mampu menjadi mata dan telinga pemerintah di tingkat desa. Mereka tidak hanya berperan dalam memberikan informasi, tetapi juga diharapkan mampu melakukan tindakan awal secara tepat sesuai kapasitas dan kondisi di lapangan.

Pelatihan dan simulasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pola penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Dengan demikian, penanganan bencana tidak hanya bergantung pada BPBD, tetapi didukung oleh kekuatan masyarakat di setiap gampong.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, pemerintah gampong, serta unsur masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Dengan terbentuknya 400 personel yang telah mendapatkan pembekalan dan simulasi, Aceh Barat diharapkan memiliki sistem kesiapsiagaan yang lebih kuat, cepat, dan terintegrasi hingga ke tingkat gampong.