Sekilas Info

Arham: Jangan Bebani Sekolah dengan Urusan Dapur, Pengelolaan MBG Serahkan ke Ahlinya

Arham, Pengurus Yayasan Ar-Rahman, Aceh Barat. Foto/Arham for BumpNews.

Meulaboh | BumpNews.ID - Pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu ditangani oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang gizi, keamanan pangan, dan manajemen penyediaan makanan.

Sekolah dan guru dinilai sebaiknya tidak dibebani dengan tanggung jawab teknis pengelolaan program tersebut.

Hal tersebut disampaikan Arham, pengurus Yayasan Ar-Rahman, Aceh Barat, kepada BumpNews di Meulaboh, Kamis 10 September 2026.

Ia menilai keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada siswa, tetapi juga dari kualitas gizi, keamanan pangan, ketepatan pengelolaan, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan.

“Sekolah adalah tempat mendidik anak. Jangan sampai guru dan pihak sekolah justru disibukkan dengan urusan dapur, pengadaan bahan makanan, pengelolaan menu, dan persoalan logistik,” kata Arham.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal.

Ia menambahkan, jika terlalu banyak tugas tambahan dibebankan kepada sekolah, dikhawatirkan konsentrasi tenaga pendidik terhadap kegiatan pembelajaran menjadi terganggu.

Arham menegaskan, MBG merupakan program pemenuhan gizi yang membutuhkan perencanaan dan pengawasan profesional.

Makanan yang diberikan kepada anak-anak, katanya, harus memperhatikan kandungan nutrisi, kebersihan, keamanan bahan pangan, proses pengolahan, serta kebutuhan tumbuh kembang peserta didik.

“MBG bukan sekadar membagikan makanan gratis. Ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak kita. Karena itu, pengelolaannya harus ditangani oleh orang-orang yang memang memiliki keahlian,” ujarnya.

Selanjutnya 1 2