Warga Beutong Ateuh Sorot IUP Tambang di Tengah Pemulihan Pascabencana
Nagan Raya | BumpNews.ID - Warga Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, menyoroti proses Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah tersebut di tengah proses pemulihan pascabencana yang dinilai masih berlangsung.
Pemuda Beutong Ateuh, Ismik Salam, mengatakan sejumlah persoalan masyarakat pascabencana masih membutuhkan perhatian, terutama terkait sektor pertanian dan kondisi ekonomi warga.
Ia menyebut proses rehabilitasi pascabencana di Beutong Ateuh belum sepenuhnya selesai.
Menurutnya, masih terdapat lahan sawah masyarakat yang belum direhabilitasi, sementara sebagian hunian sementara (huntara) dinilai belum layak ditempati.
“Pemulihan pascabencana di Beutong Ateuh sampai hari ini belum rampung, masih terdapat sawah masyarakat belum direhabilitasi dan masih banyak huntara yang tidak layak ditempati," pungkas Ismik kepada BumpNews dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Di tengah kondisi tersebut, Ismik turut menyoroti proses IUP pertambangan yang menurutnya tetap berjalan ketika pemulihan masyarakat belum sepenuhnya tuntas.
“Pasca bencana belum rampung sepenuhnya di Beutong Ateuh, akan tetapi Izin Usaha Pertambangan berjalan sangat mulus,” tegasnya.
Ismik mengatakan pihaknya sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan kepada media mengenai persoalan pertambangan serta rencana perusahaan asing yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam di Beutong Ateuh.
Ia berharap pemerintah tetap memberi perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang masih dalam proses pemulihan.
Menurutnya, rehabilitasi pascabencana perlu menjadi salah satu perhatian sebelum aktivitas lain yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan.
Ia juga berharap aspek kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan terkait pengelolaan sumber daya alam di kawasan tersebut.
Ismik juga kembali menyampaikan sikap penolakannya terhadap aktivitas pertambangan di Beutong Ateuh.
Ia menilai persoalan lingkungan dan masa depan masyarakat perlu menjadi perhatian dalam setiap rencana pemanfaatan sumber daya alam.
“Kami sangat jelas dan lantang menolak segala bentuk pertambangan di Beutong Ateuh. Sampai akhir hayat pun kami tetap menolak segala bentuk pertambangan di Beutong Ateuh,” kata Ismik.









Komentar