Lagu Daerah “Judi Online” Yudi Sagala Viral, Kini Rutin Disiarkan di Radio
Singkil | BUMPNEWS.ID – Di tengah maraknya praktik judi online yang kian mengkhawatirkan, sebuah lagu berbahasa Pakpak berjudul Judi Online mencuri perhatian warganet. Lagu ciptaan Yudi Sagala, Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Singkil, itu ramai beredar di media sosial TikTok dan mulai dikenal sebagai media kampanye anti-judi.
Yudi mengatakan, lagu tersebut mendapat sambutan positif, terutama dari kalangan anak muda di Aceh Singkil dan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Selain viral di TikTok dengan lebih dari 2.500 penayangan, lagu itu juga rutin diputar di Radio Pemda Pakpak Bharat (RAFA) dan siaran Dendang Daerah RRI Aceh Singkil.
Menurut Yudi, ide menciptakan lagu itu lahir dari keprihatinannya melihat dampak judi online yang semakin meluas di tengah masyarakat. Dan masuk dalam lingkungan keluarganya.
"Judi online bukan hanya menguras keuangan, tetapi juga merusak ketenangan pikiran, keharmonisan rumah tangga, hingga masa depan keluarga," kata Yudi, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menuturkan, tidak sedikit rumah tangga yang berujung perceraian akibat kecanduan judi online. Anak-anak, kata dia, kerap menjadi korban dari konflik keluarga yang dipicu persoalan tersebut. Di sisi lain, pelaku juga kerap terlilit utang hingga berhadapan dengan proses hukum.
Yudi mengaku menyaksikan sendiri dampak buruk itu di lingkungan sekitarnya. Menurut dia, ada keluarga yang semula memiliki harta dan usaha yang mapan, namun akhirnya kehilangan aset, menggadaikan emas, hingga bangkrut karena terjerat judi online.
"Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan itu, saya tergerak menciptakan lagu ini sebagai pengingat agar para pecandu segera sadar bahwa judi online hanya membawa kerugian," ujarnya.
Ia berharap lagu tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan mampu menyampaikan pesan moral kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi praktik perjudian daring.
Yudi juga menyampaikan apresiasi kepada para pendengar dan pengguna media sosial yang telah mendukung karya tersebut. Ucapan terima kasih disampaikan kepada tim produksi, di antaranya Zaelani Bako, Nafi Kibot, dan Samsir, serta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang disebutnya ikut memberikan dukungan terhadap lahirnya karya itu.
"Semua masukan dan kritik akan kami terima sebagai bahan perbaikan untuk karya-karya berikutnya," katanya.
Terpisah, Penjabat Sekretaris Daerah Aceh Singkil, Edi Widodo, mengajak masyarakat menjauhi praktik judi online. Menurut dia, perjudian daring tidak pernah menjanjikan keuntungan, tetapi justru berpotensi menghancurkan perekonomian keluarga dan masa depan anak-anak.
"Jangan sampai tergiur iming-iming keuntungan instan. Judi online hanya membawa kerugian dan dampak sosial yang luas," kata Edi.