Pemkab Aceh Barat Mulai Aspal Jalan Pedalaman Meureubo, Warga Sambut Gembira
ACEH BARAT | BunpNews.ID – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai merealisasikan pengaspalan jalan di wilayah pedalaman Kecamatan Meureubo yang menghubungkan Desa Balee, Buloh, Reudeup hingga Bukit Jaya. Proyek tersebut mulai dikerjakan pada Rabu (21/5/2026) dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Ruas jalan tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, jalur anak sekolah, hingga akses menuju fasilitas kesehatan. Namun, kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan karena belum pernah tersentuh aspal.
Saat musim hujan, jalan dipenuhi lumpur, lubang, dan genangan air sehingga menyulitkan aktivitas warga, khususnya petani yang membawa hasil panen ke pasar.
Untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat pedalaman, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp470,7 juta. Dana yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2026 tersebut digunakan untuk pengaspalan sepanjang 200 meter.
Pekerjaan proyek dikerjakan oleh CV B Y Kontruksi dengan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat guna memastikan kualitas dan ketepatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, mengatakan sebelum pengaspalan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu melaksanakan serangkaian pengujian kekuatan tanah, seperti sandcone dan profrolling.
“Alhamdulillah, setelah kita melakukan sandcone dan profrolling ruas jalan Balee–Buloh ini, hari ini kita mulai lakukan pengaspalan,” ujar Beni Hardi.
Ia menjelaskan, pengaspalan tahun ini memang belum dapat menjangkau seluruh ruas jalan karena keterbatasan anggaran daerah. Meski demikian, pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan secara bertahap pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan kita, walaupun yang kita aspal tahun ini sesuai ketersediaan anggaran daerah, namun ruas jalan ini dapat memberi manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat setempat,” katanya.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur di kawasan pedalaman akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mempercepat konektivitas antarwilayah.
Dengan dimulainya pengaspalan tersebut, masyarakat di sepanjang jalur Buloh–Reudeup–Bukit Jaya kini memiliki harapan baru terhadap akses transportasi yang lebih baik. Jalan yang layak diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian, mengurangi biaya angkut, serta meningkatkan aktivitas ekonomi warga pedalaman.