Sekilas Info

Ardhiyanto Ujung Minta Penanganan Serius Jalan Nasional Rawan Sumut–Aceh ‎

Ardhiyanto Ujung Anggota DPRK Subulussalam saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara di Kota Medan.Ist

Medan – Anggota DPRK Subulussalam, Ardhiyanto Ujung, meminta penanganan serius terhadap kondisi jalan nasional di ruas Sumatera Utara–Aceh, khususnya di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat hingga Kota Subulussalam, yang dinilai rawan kecelakaan dan membutuhkan perhatian segera.

‎Permintaan tersebut disampaikan Ardhiyanto saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara di Kota Medan, Senin (6/4/2026), dalam rangka koordinasi terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbatasan.

‎Dalam pertemuan itu, Ardhiyanto diterima oleh Kepala Bagian Program BBPJN Sumut, Ayu, bersama jajaran staf. Ia menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, mulai dari kondisi jalan yang sempit, rusak, hingga titik-titik rawan longsor yang membahayakan pengguna jalan.

‎Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Ia mencontohkan peristiwa kecelakaan mobil yang terjun ke Sungai Lae Kombih di kawasan Buluh Didi beberapa waktu lalu, yang hingga kini korban belum ditemukan.

‎“Setiap tahun kejadian serupa terus berulang dan telah memakan korban jiwa. Kami berharap ada pemantauan langsung serta langkah konkret dari pihak terkait untuk mencegah kejadian di kemudian hari,” ujar Ardhiyanto.

‎Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Program BBPJN Sumut, Ayu, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan masukan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 di Kabupaten Dairi.

‎Ayu menyebutkan, BBPJN Sumut selama ini tetap memberikan perhatian terhadap kondisi jalan di wilayah Pakpak Bharat hingga perbatasan Aceh, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

‎“Setiap tahun kami tetap melaksanakan pekerjaan dan perbaikan di ruas tersebut. Untuk tahun ini, anggaran juga telah tersedia dan akan kami koordinasikan lebih lanjut guna menentukan program penanganan yang tepat sesuai kondisi terkini,” katanya.

‎Ia menambahkan, penanganan yang dilakukan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kondisi geografis di lapangan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan di kawasan perbatasan Sumatera Utara dan Aceh.