1. Aceh Barat

Karhutla di Aceh Barat Capai 50,2 Hektare, BPBD Lakukan Penanganan Intensif di Sejumlah Kecamatan

Aceh Barat | BumpNews.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat.

Berdasarkan Informasi yang BumpNews.ID terima, sejauh ini total luas lahan yang terbakar tercatat sudah mencapai 50,2 hektare dan tersebar di tujuh kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan penanganan intensif bersama unsur terkait sejak laporan awal Karhutla diterima pada pertengahan Januari lalu.

“Sejak laporan pertama pada 15 Januari 2026, tim Pusdalops BPBD langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan, analisis, hingga upaya pemadaman dan penyekatan api. Hingga hari ini penanganan masih terus berlangsung,” ujar Teuku Ronald,  Rabu (28/1/2026).

Ia merinci, Karhutla terjadi di Kecamatan Johan Pahlawan, Woyla, Woyla Barat, Meureubo, Pante Ceureumen, Bubon, dan Kaway XVI.

Sejumlah gampong yang terdampak antara lain Gampong Lapang (Ujong Beurasok), Suak Raya, Suak Nie, Aron Baroh, Blang Luah, Meunasah Rambot, serta Ranto Panyang Timur.

Dari total lahan terbakar tersebut, sekitar 23,4 hektare telah berhasil ditangani, sementara sisanya masih dalam proses pemadaman.

Kendala utama di lapangan, lanjutnya, adalah angin kencang serta keterbatasan sumber air di beberapa titik lokasi.

“Sebagian api sudah berhasil dipadamkan, namun kondisi cuaca cukup menyulitkan karena angin kencang berpotensi memicu api kembali meluas,” jelasnya.

Selain merusak vegetasi, Karhutla juga berdampak pada aktivitas masyarakat. Asap yang ditimbulkan mengganggu pernapasan warga, bahkan menyebabkan satu sekolah dasar, yakni SD Suak Raya, terpaksa diliburkan sementara demi menjaga kesehatan para siswa.

Dalam penanganan Karhutla, BPBD Aceh Barat mengerahkan berbagai sarana, seperti dua unit drone, armada water supply, mesin pemadam portable, kendaraan operasional, serta ATV.

Upaya ini turut melibatkan Damkar BPBD dan kecamatan, TNI-Polri, Manggala Agni, DLHK Provinsi Aceh, KPH Wilayah IV Aceh, serta partisipasi masyarakat setempat.

Teuku Ronald juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

“Kami mengharapkan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk mencegah Karhutla. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat luas,” pungkasnya.

Berita Lainnya