PUPR Aceh Barat Bangun Drainase di Jalan Merdeka Meulaboh, Warga dan Pengguna Jalan Beri Apresiasi
ACEH BARAT | BumpNews.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat mulai melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi sistem drainase perkotaan di sejumlah titik rawan banjir. Salah satunya berlokasi di Jalan Merdeka, tepat di depan Lapangan Teuku Umar, Kota Meulaboh.
Lokasi tersebut selama ini menjadi langganan banjir genangan saat hujan deras turun dengan intensitas tinggi. Air yang menggenang di badan jalan kerap meluber hingga masuk ke area lapangan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, mengatakan keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat tidak menyurutkan komitmen pihaknya untuk terus memperbaiki kualitas infrastruktur perkotaan.
“Beberapa lokasi yang mendapat perhatian khusus dalam pembangunan dan rehabilitasi sistem drainase perkotaan termasuk di Jalan Merdeka di depan Lapangan Teuku Umar. Kawasan ini sangat penting karena berada di pusat kota dan sering terjadi banjir genangan saat hujan deras,” kata Kurdi, Jumat (12/9/2025).
Kurdi menjelaskan, proyek drainase di Jalan Merdeka ini dikerjakan oleh CV. Barona Generasi dengan pagu anggaran sebesar Rp399.246.000 yang bersumber dari Dana Transfer Umum (DTU) 2025.
“Adapun panjang drainase yang dibangun mencapai 400 meter dengan lebar 1 meter, dimulai dari depan Lapangan Teuku Umar, melewati samping kantor pos, dan langsung terhubung dengan paret utama menuju ke laut,” terangnya.

Selain membangun saluran baru, proyek ini juga mencakup pembersihan, perbaikan, dan peningkatan kapasitas drainase yang sudah ada agar mampu menampung volume air lebih besar.
“Dinas PUPR juga berkolaborasi dengan BPBD dan komunitas setempat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga saluran air tetap bersih dari sampah,” tambah Kurdi.
Rencana pembangunan ini mendapat sambutan positif dari warga dan pengguna jalan yang selama ini sering terganggu dengan genangan air.
Rahmad (32), seorang pengendara ojek online, mengaku sangat terbantu dengan proyek drainase tersebut.
“Kalau hujan deras, jalan depan lapangan sering tergenang, motor jadi susah lewat dan rawan mogok. Dengan adanya drainase baru, kami sangat berharap jalan ini tidak lagi banjir,” ucapnya.
Hal senada disampaikan oleh Nuraini (41), seorang pedagang kaki lima di sekitar Lapangan Teuku Umar.
“Setiap hujan besar, pembeli jarang datang karena jalan tergenang air. Semoga dengan drainase baru, lapangan dan jalan di depan sini bisa tetap kering. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memikirkan hal ini,” katanya.
Kurdi menegaskan, pembangunan drainase bukan hanya soal mencegah banjir, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Harapan kita dengan adanya drainase ini dapat mencegah banjir genangan di depan Lapangan Teuku Umar yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengantisipasi air hujan, mengurangi kerugian ekonomi, serta memberikan rasa aman bagi pengguna jalan,” tutup Kurdi.
Dengan proyek ini, masyarakat optimis bahwa Meulaboh akan semakin siap menghadapi musim hujan. Infrastruktur yang memadai menjadi kunci penting dalam menjaga aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan tanpa gangguan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembangunan daerah menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.









Komentar