Buka Pintu Talenta, 221 Siswa Madrasah Aceh Singkil Ikuti OMI 2026
SINGKIL | BUMPNEWS.ID — Sebanyak 221 siswa mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Aceh Singkil. Kompetisi berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) itu tidak sekadar menjadi arena perebutan juara, tetapi juga menjadi pintu bagi talenta terbaik madrasah untuk melaju ke tingkat nasional.
OMI berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026, dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Singkil. Kepala Kankemenag Aceh Singkil, Azhar, bersama Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kamaluddin, memantau langsung jalannya kompetisi.
Azhar mengatakan OMI menjadi momentum untuk mengukur kemampuan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam bidang sains dan riset.
“OMI ini bukan sekadar ajang meraih juara di tingkat kabupaten, melainkan batu loncatan yang strategis. Kami berharap anak-anak didik kita mampu melaju hingga tingkat nasional dan mengharumkan nama Aceh Singkil di kancah yang lebih luas,” kata Azhar.
Menurutnya, madrasah tidak cukup hanya melahirkan siswa yang unggul secara akademis. Talenta yang berkembang juga harus memiliki karakter, kepedulian terhadap lingkungan serta mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menempatkan sains, riset, spiritualitas Islam dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu ruang pembelajaran.
Sementara, Kamaluddin, Kasi Pendidikan Islam Kemenag, menjelaskan peserta ditantang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan lingkungan melalui riset dan inovasi.
“Penguasaan sains dan teknologi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.
OMI merupakan integrasi kompetisi sains dan riset madrasah yang sebelumnya diselenggarakan melalui Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).
Di Aceh Singkil, kompetisi dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Peserta jenjang MA/SMA bertanding pada Senin, 7 September, disusul MTs/SMP pada Selasa, 8 September, dan MI/SD pada Rabu, 9 September 2026.
Pelaksanaan berbasis CBT berlangsung tertib dan transparan. Antusiasme peserta di depan layar komputer sekaligus menunjukkan bahwa talenta madrasah di Aceh Singkil mulai beradaptasi dengan kompetisi yang memadukan kemampuan akademis, teknologi dan inovasi.*