Upaya Pelestarian Tradisi, Siswa di Aceh Barat Pawai Rabu Abeh Bulan Safar
Meulaboh | BumpNews.ID - Rabu Abeh, yang juga dikenal sebagai Rebo Wekasan, merupakan tradisi yang dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar.
Tradisi tersebut masih dikenal dan disambut oleh masyarakat Aceh melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti doa, zikir, dan kebersamaan.
Upaya melestarikan tradisi itu dilakukan SMA Negeri 1 Woyla Barat dengan menggelar doa bersama dan Pawai Rabu Abeh, Rabu (12/8/2026).
Ratusan siswa bersama guru mengikuti pawai dengan berjalan menyusuri jalan sambil mengumandangkan zikir Ya Latif.
Lantunan Ya Latif yang mengiringi langkah para siswa menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika dikenalkan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Kepala SMA Negeri 1 Woyla Barat, Nurhayani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali warisan budaya leluhur kepada siswa.
Menurutnya, Pawai Rabu Abeh tidak hanya menjadi kegiatan seremonial sekolah tetapi sebagai upaya mempertemukan generasi muda dengan tradisi yang telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat Aceh.
“Rabu Abeh sebagai warisan leluhur yang sarat dengan nilai kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa mengenal, memahami, dan ikut menjaga tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Nurhayani.
Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan akademik siswa.
Sekolah juga memiliki peran dalam menanamkan kepedulian terhadap budaya dan kearifan lokal.
“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya dari luar, tetapi tidak mengetahui warisan yang ada di daerahnya sendiri. Karena itu, tradisi seperti Rabu Abeh perlu dikenalkan kepada siswa,” katanya.
Nurhayani menilai keterlibatan siswa secara langsung membuat nilai-nilai kebersamaan dalam tradisi lebih mudah dipahami.
"Pawai menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang budaya sekaligus mempererat hubungan antarsesama," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 1 Woyla Barat, Juwaini, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Ia menyebut Pawai Rabu Abeh menjadi kegiatan baru di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif kepala sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah untuk menghidupkan kembali budaya leluhur,” kata Juwaini.