Kuliner Khas Aceh Singkil Berpeluang Masuk Buku Resep Nusantara
Aceh Singkil | BumpNews.ID– Dua kuliner tradisional khas Aceh Singkil, nditak matah dan ndelabakh manuk, berhasil masuk nominasi penilaian kuliner tradisional tingkat nasional yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) RI.
Kedua hidangan tersebut menjadi wakil Provinsi Aceh dalam seleksi yang akan bermuara pada penyusunan buku Resep Menu Nusantara.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPS Aceh Singkil, Maulidariah, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi BPS Aceh Singkil bersama Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil dalam memperkenalkan kuliner warisan daerah.
"Alhamdulillah, makanan tradisional khas Aceh Singkil, nditak matah dan ndelabakh manuk berhasil masuk nominasi penilaian BPS RI," kata Maulidariah kepada wartawan di Kantor BPS Aceh Singkil, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, dari 23 kabupaten/kota di Aceh hanya lima sajian yang diusulkan BPS Provinsi Aceh untuk mengikuti nominasi nasional.
Pada kategori menu utama, Aceh Singkil diwakili nditak matah dan ndelabakh manuk, sedangkan Aceh Timur mengusulkan nasi kulah dan keumamah.
Untuk kategori kudapan, yang lolos adalah lompong sagu dari Subulussalam dan memek dari Simeulue. Sementara kategori minuman diwakili sirup mangrove nipah asal Kota Langsa.
Menurut Maulidariah, seluruh menu yang diusulkan telah melalui kajian sesuai ketentuan BPS RI, termasuk validasi kandungan gizi oleh Dinas Kesehatan bersama tenaga ahli gizi.
Penilaian juga mempertimbangkan penggunaan bahan baku lokal, cita rasa, keunikan, serta nilai budaya yang melekat pada setiap sajian.
"Harapan kami, kuliner tradisional Aceh Singkil dapat meraih peringkat pertama dan menjadi salah satu resep menu nusantara mewakili Provinsi Aceh," ujarnya.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya pelestarian yang dilakukan BPS Aceh Singkil bersama MAA.
Pada pertengahan Juli lalu, kedua lembaga itu menggelar demonstrasi memasak nditak matah dan ndelabakh manuk di Kantor BPS Aceh Singkil untuk memperkenalkan proses pengolahan serta filosofi di balik kedua hidangan tersebut.
Ketua MAA Aceh Singkil, H. Zakirun Pohan, mengatakan kedua kuliner itu merupakan warisan leluhur yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh Singkil.
"Kedua kuliner tersebut tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga mengandung nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun," kata Zakirun.
Ia menjelaskan, secara adat nditak matah dan ndelabakh manuk lazim disajikan dalam prosesi peletakan tiang pertama pembangunan rumah.
Masyarakat juga meyakini kuliner tersebut memiliki khasiat bagi kesehatan, salah satunya membantu memperlancar produksi air susu ibu (ASI) bagi ibu setelah melahirkan.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap warisan budaya daerah, kedua kuliner tersebut juga telah terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Kabupaten Aceh Singkil.
Apabila terpilih pada tahap akhir, lima nominasi kuliner tradisional dari Aceh akan dibukukan oleh BPS RI sebagai bagian dari Resep Menu Nusantara, yang menjadi dokumentasi kuliner tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.*









Komentar