Produksi CPO Indonesia Tembus 50 Juta Ton Per Tahun, Ini Tantangannya
Jakarta | BumpNews.ID - Indonesia memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun. Namun, besarnya kapasitas tersebut belum diimbangi dengan peningkatan produktivitas kebun sawit nasional.
Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dwi Asmono, mengatakan Indonesia didukung areal perkebunan sawit yang luas.
Meski demikian, produktivitas kebun masih cenderung stagnan, bahkan menurun saat terjadi fenomena El Nino.
"Produktivitas kita cenderung stagnan, bahkan mengalami penurunan ketika terjadi El Nino. Padahal, sawit masih memiliki potensi peningkatan yang sangat besar," kata Dwi dalam paparannya pada Pekan Riset Sawit Indonesia di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Dwi, perubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga produktivitas sawit. Karena itu, peningkatan produksi perlu didukung melalui penguatan riset dan inovasi agar pengelolaan kebun semakin efisien.
Ia menilai investasi riset sawit di Indonesia masih relatif rendah jika dibandingkan dengan negara pesaing maupun komoditas pertanian lainnya.
Berdasarkan berbagai penelitian, produktivitas kebun sawit nasional juga masih jauh dari potensi optimal. Pada perkebunan besar, produktivitas baru mencapai sekitar 62 persen dari potensi maksimal, sedangkan perkebunan rakyat berada di kisaran 53 persen.
Dwi menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi belum optimalnya penerapan praktik budidaya terbaik (best management practices) di tingkat kebun.
Menurutnya, apabila praktik budidaya terbaik diterapkan secara konsisten, produktivitas sawit berpotensi meningkat hingga 35–40 persen.
Kenaikan itu diyakini dapat mendongkrak produksi CPO nasional secara signifikan tanpa perlu membuka lahan baru.









Komentar