1. Internasional

Korban Tewas Gelombang Panas di Eropa Tembus 1.300 Jiwa

Seorang pria mengisi segelas air dari air mancur umum di kawasan Montparnasse, Paris, pada 25 Mei. Kredit foto: AFP/Getty.

Eropa | BumpNews.ID– Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Korban jiwa terus bertambah seiring suhu tinggi yang masih menyelimuti sebagian besar wilayah benua tersebut.

Melansir Al Jazeera, suhu di sejumlah negara seperti Italia, Prancis, Spanyol, Jerman, Slovakia, dan Republik Ceko menembus 40 derajat Celsius.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.

Direktur Regional Eropa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hans Henri P. Kluge, mengingatkan bahwa gelombang panas bukan lagi fenomena yang bisa dianggap biasa.

"Tidak ada lagi yang namanya panas yang normal. Kita harus bersiap menghadapi suhu ekstrem yang menjadi normal baru," ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Menurut laporan tersebut, selain menyebabkan ribuan kematian, gelombang panas juga memicu kebakaran hutan, mengganggu pasokan listrik, serta meningkatkan tekanan terhadap layanan kesehatan di sejumlah negara.

Pemerintah di berbagai negara telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terpanas, memperbanyak konsumsi air, dan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia dan penderita penyakit kronis.

Para ilmuwan menilai meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas di Eropa merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang membuat kejadian cuaca ekstrem semakin sering dan lebih parah.

Berita Lainnya