Angin Kencang dan Asap Tebal Jadi Tantangan Penanganan Karhutla di Aceh Barat
ACEH BARAT | BumpNews.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat selama tiga hari terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan titik-titik kebakaran pertama kali teridentifikasi pada Sabtu (30/5/2026) di wilayah Kecamatan Bubon. Sehari kemudian, Minggu (31/5/2026), BPBD kembali menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran lahan yang terjadi di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.
Informasi keberadaan titik api diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari laporan masyarakat hingga pemantauan melalui aplikasi Lancang Kuning dan SiPongi+.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Aceh Barat langsung melakukan pengecekan lapangan dan menyusun laporan awal guna menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Pada Senin (1/6/2026), BPBD mengerahkan sebanyak 16 personel dari Mako BPBD dan lima personel dari Pos Damkar Woyla untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran.
"Petugas melakukan pemadaman dengan metode pemotongan atau pemutusan penjalaran api pada dua titik utama yang masih aktif," ujar Ronald.
Selain BPBD, upaya pemadaman juga melibatkan unsur TNI, Polri, KPH IV, aparat kecamatan, serta masyarakat setempat. Tim BPBD menggunakan dua mesin pompa portable di dua lokasi, sementara personel Polres Aceh Barat melakukan pemadaman menggunakan satu unit mesin pompa di titik lainnya.
Berdasarkan data sementara, total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 13 hektare, dengan rincian sekitar 12 hektare berada di Kecamatan Bubon dan satu hektare di Kecamatan Johan Pahlawan.
Dari total luas tersebut, petugas berhasil menangani sekitar 4,2 hektare atau 35 persen area terdampak di Kecamatan Bubon. Sementara di Kecamatan Johan Pahlawan, kebakaran seluas satu hektare berhasil dipadamkan sepenuhnya atau mencapai 100 persen penanganan.
Meski demikian, hingga Senin malam masih ditemukan beberapa titik api yang berpotensi kembali menjalar. Kondisi di lapangan juga diperumit oleh angin kencang dan kepulan asap tebal yang mengurangi jarak pandang petugas saat melakukan pemadaman.
Karhutla yang terjadi tidak hanya merusak vegetasi dan tanaman di lokasi terdampak, tetapi juga menimbulkan asap yang cukup mengganggu pernapasan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, BPBD Aceh Barat terus melakukan pemantauan dan upaya pengendalian agar kebakaran tidak meluas ke area lainnya.
Dalam operasi penanganan ini, BPBD mengerahkan berbagai sarana dan prasarana, di antaranya dua unit kendaraan double cabin, satu unit Panther pick-up, tiga unit mesin pompa air milik BPBD, serta satu unit mesin pompa air milik masyarakat gampong.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.u