Sekilas Info

TNI di Aceh Barat Bangun Rumah Layak Huni untuk Nenek Kisah

Rumah Tidak Layak Huni milik Nenek Kisah menjadi salah satu sasaran renovasi Satgas TMMD. Foto/Humas.

Aceh Barat | BumpNews.ID — Pagi itu, di sudut Desa Lueng Jawa, Kecamatan Woyla, suara ketukan palu dan gesekan batako memecah kesunyian.

Di antara derap langkah para prajurit dan warga, Nenek Kisah (66) berdiri memandangi dinding rumahnya yang perlahan mulai tegak berdiri.

Rumah yang selama ini ia tempati jauh dari kata layak. Dindingnya rapuh, atapnya bocor saat hujan turun, dan angin malam kerap bebas masuk tanpa penghalang.

Di usia senja, ia tak pernah membayangkan akan melihat rumahnya direnovasi.

Harapan itu hadir melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0105/Aceh Barat.

Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Nenek Kisah menjadi salah satu sasaran renovasi dalam kegiatan tersebut.

Setelah pembongkaran bangunan lama selesai, personel Satgas TMMD bersama warga mulai menyusun batako demi batako. Setiap adukan semen dan susunan dinding bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi simbol kepedulian dan kebersamaan.

Komandan Satgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf S. Kembaren, menegaskan bahwa pembangunan rumah ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin membantu warga yang membutuhkan agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” ujarnya.

Di lokasi, suasana gotong royong terasa kental. Prajurit TNI dan warga bekerja tanpa sekat, saling membantu mempercepat proses pembangunan.

Tangan-tangan yang berbeda latar belakang itu menyatu dalam satu tujuan: menghadirkan hunian yang lebih baik bagi seorang ibu yang telah lama menanti kenyamanan di masa tuanya.

Bagi Nenek Kisah, rumah ini bukan hanya bangunan baru. Ia adalah harapan yang tumbuh kembali, tentang rasa aman, tentang hari tua yang lebih tenang, dan tentang keyakinan bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat.

Melalui TMMD Reguler ke-127, kemanunggalan TNI dan rakyat kembali menemukan maknanya membangun bukan sekadar dinding, tetapi juga menghadirkan secercah harapan di pelosok Aceh Barat.