Tim Mahasiswa Berdampak UTU Mulai Pengabdian 30 Hari di Waq Toweren
ACEH TENGAH | BumpNews.ID – Pasca pelepasan secara simbolis oleh Kementerian Sains dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemensaintek Dikti), Universitas Teuku Umar (UTU) secara resmi memberangkatkan salah satu tim Program Mahasiswa Berdampak Bencana ke Kampung Waq Toweren (Toweren Musara), Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.
Tim yang diberangkatkan merupakan mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UKM PK UTU) dengan program bertajuk “Bersama Sumang, Bangkit Menuju Desa Tangguh Bencana.” Tim ini terdiri atas 2 dosen pendamping, 1 tenaga ahli, serta 50 mahasiswa aktif UKM PK UTU yang akan melaksanakan pengabdian selama 30 hari di lokasi terdampak bencana.
Dalam perjalanan menuju lokasi, tim terlebih dahulu singgah di Desa Melala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, untuk menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai. Bantuan tersebut merupakan titipan masyarakat kepada UTU untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.
Kedatangan tim di Desa Melala disambut hangat oleh Reje Kampung dan salah satu warga, Ibu Khasnawati. Ia mengungkapkan bahwa rumahnya pernah menjadi tempat singgah lebih dari 100 orang relawan, termasuk Basarnas, komunitas off-roader, dan mahasiswa, saat bencana sebelumnya melanda wilayah tersebut. “Kami sangat terharu atas perhatian dan kepedulian yang terus diberikan,” ujarnya.
Ketua tim, Irsadi Aristora, menyampaikan salam dari Rektor Universitas Teuku Umar kepada masyarakat dan Reje Kampung. Ia menjelaskan bahwa Rektor UTU tidak dapat hadir langsung karena tengah mengantarkan bantuan ke sejumlah wilayah bencana lain, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Bireuen. “Semoga bantuan yang kami salurkan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Irsadi.
Selama pelaksanaan program Mahasiswa Berdampak, tim UKM PK UTU akan menjalankan sejumlah kegiatan pengabdian, meliputi:
1. Program penyediaan air bersih,
2. Penyusunan dokumen kontinjensi bencana kampung,
3. Sekolah Bencana,
4. Pembentukan Kampung Siaga dan Tangguh Bencana, serta
5. Pemberdayaan masyarakat mitra melalui kelompok tani.
Tim berangkat dari Kampus UTU pada pukul 10.12 WIB melalui jalur Beutong Ateuh Banggala dan tiba di Kampung Waq Toweren pada pukul 22.05 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Reje Kampung Waq Toweren, Abdul Habir, bersama kelompok mitra penerima manfaat.
Dalam pertemuan perdana, Abdul Habir menekankan pentingnya kemandirian mahasiswa selama menjalankan kegiatan di kampung tersebut. “Kami masyarakat Kampung Waq Toweren siap mendukung dan membantu seluruh program Mahasiswa Berdampak selama berada di kampung kami,” ujarnya.