HRB Jadi Tamu Khusus Pada Pelepasan Pelajar Beasiswa ITCC ke Taiwan-China di Jakarta
Perlu digarisbawahi bahwa anak-anak muda Kota Subulussalam yang kuliah lalu bekerja di China dan Taiwan adalah tenaga kerja terdidik, bukan sekadar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang biasanya berstatus karyawan atau pekerja sektor nonformal.
Pada kesempatan terpisah, HRB berbincang dengan Andre So, Koordinator ITCC yang mencanangkan program “kenyang-pintar-sehat”.
Program Kenyang adalah pengiriman tenaga kerja ke China dengan gaji minimal 8 juta, syaratnya adalah sang calon karyawan harus menjalani Pelatihan Bahasa Mandari selama 1,5 tahun di Surabaya.
Untuk calon karyawan regular harus membayar biaya pelatihan sebesar 15 juta sedangkan bagi yang terpilih mendapat beasiswa akan bebas biaya pendidikan.
Program Pintar adalah pemberian beasiswa belajar ke China dan Taiwan, sebagaimana ditekankan oleh Dahlan Iskan kepada HRB. Sedangkan Program Sehat adalah pengiriman mahasiswa untuk belajar di Fakultas Kedokteran di China dan Taiwan, di mana diharapkan agar satu desa mengirimkan satu mahasiswa sehingga kelak di Kota Subulussalam tercipta kondisi “satu desa satu dokter”.
Dalam acara itu, HRB juga berdiskusi dengan pejabat KBRI di China serta beberapa investor dari China, yang datang langsung dari China untuk menghadiri acara ITCC tersebut.
HRB menyampaikan beberapa potensi daerah yang dapat dikembangkan agar berdaya ekonomi bagi masyarakat Kota Subulussalam antara lain hilirisasi kelapa sawit, pertanian, peternakan, energi kelistrikan, tambang, pariwisata, industri pengolahan pangan, dan lain-lain.
"Jika potensi alam yang dimiliki Kota Subulussalam dapat diberdayakan dengan baik dan benar maka masyarakat Kota Subulussalam pasti akan mendapatkan manfaat besar terutama di bidang ekonomi sehingga kesejahteraan warga dipastikan meningkat," kata HRB
Konsulat dan beberapa investor China tertarik dengan pemaparan HRB dan akan segera melihat langsung kondisi Kota Subulussalam.
Sosok HRB yang open minded dan visioner dalam Pembangunan Daerah membuat para investor dari China tersebut menaruh kepercayaan untuk berinvestasi di tanah Sada Kata.
"Ada banyak potensi ekonomi yang akan dijajaki dan akan ditindaklanjuti secepatnya. Dukungan seluruh warga Kota Subulussalam sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, termasuk kesiapan menerima para investor asing dari China," ujar HRB









Komentar