PUPR Lakukan Peningkatan Jalan Marek–Pasi Jambu, Dukung Akses Transportasi Warga Kaway XVI
ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sebagai penunjang konektivitas wilayah dan kelancaran aktivitas masyarakat. Salah satu proyek yang saat ini tengah berjalan adalah peningkatan ruas Jalan Marek – Pasi Jambu yang terletak di Kecamatan Kaway XVI.
Proyek ini menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang memprioritaskan infrastruktur transportasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal. Jalan Marek – Pasi Jambu merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan beberapa desa penghasil komoditas unggulan pertanian dan perikanan di wilayah Kaway XVI dengan pusat perdagangan di Meulaboh.
Pelaksanaan peningkatan jalan tersebut dikerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana CV. Rahmad, dengan nilai kontrak sebesar Rp932.378.000 yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2025. Pengerjaan proyek ini telah dimulai sejak Juni 2025, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Aceh Barat melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, pada Senin (21/7/2025).
“Giat lanjutan pembangunan jalan aspal ruas Marek – Pasi Jambu sepanjang 350 meter sudah mulai dikerjakan di lapangan. Ini merupakan kelanjutan dari tahap pembangunan sebelumnya yang telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir,” ujar Beni Hardi.
Beni menjelaskan, spesifikasi jalan yang dibangun memiliki lebar aspal 4 meter, dilengkapi bahu jalan selebar 1 meter di kedua sisi. Peningkatan lebar dan kualitas perkerasan ini diharapkan dapat menunjang kelancaran arus lalu lintas, meminimalkan risiko kecelakaan, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Menurutnya, perbaikan ruas ini memiliki nilai strategis karena menjadi jalur vital bagi distribusi hasil pertanian seperti padi, kelapa sawit, dan hortikultura, serta produk perikanan tangkap dan budidaya dari desa-desa di Kaway XVI. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, petani dan nelayan dapat menekan biaya transportasi, mempercepat waktu tempuh, dan memperluas akses pasar bagi hasil produksinya.
Tak hanya itu, manfaat peningkatan jalan ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satu warga Gampong Pasi Jambu, Zulkifli (47), mengaku sangat bersyukur dengan perbaikan jalan tersebut.
“Dulu kalau musim hujan, jalan ini sering berlubang dan licin, apalagi kalau bawa hasil kebun, sering kali terganggu. Sekarang jalannya mulus, angkutan buah sawit dan padi jadi lebih cepat sampai ke pembeli. Kami berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan desa kami,” ungkapnya.
Beni Hardi menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya sebatas membangun jalan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk mendorong pemerataan pembangunan. Dengan meningkatnya kualitas infrastruktur, diharapkan akan lahir pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pedesaan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten.
“Kami berharap masyarakat bisa turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, karena jalan ini adalah milik bersama. Semakin lama kualitasnya terjaga, semakin besar manfaatnya bagi semua pihak,” tambahnya.
Selain proyek Marek – Pasi Jambu, Dinas PUPR Aceh Barat pada tahun ini juga melaksanakan sejumlah pekerjaan peningkatan jalan di wilayah lain, baik di daerah perkotaan maupun perdesaan, sebagai bentuk komitmen untuk mendukung konektivitas, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi daerah.
Peningkatan infrastruktur jalan seperti ini diharapkan dapat menjadi katalis pembangunan wilayah, mempermudah akses layanan pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang investasi di sektor-sektor produktif. Dengan langkah ini, Aceh Barat bertekad mewujudkan visi pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.









Komentar