Sekilas Info

Tgk Bahtiar Tekankan Penguatan Ekonomi Santri dan Pembangunan Rumah Ibadah di Aceh Barat

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Tgk. Bahtiar. Foto/Dok

Aceh Barat | BumpNews.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Tgk. Bahtiar, menekankan pentingnya penguatan ekonomi santri dayah serta peningkatan perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah seperti masjid dan meunasah di wilayah setempat.

Politisi Partai Aceh itu menyebut, upaya pemberdayaan ekonomi santri dapat didorong melalui optimalisasi belanja daerah Aceh Barat yang mencapai Rp 1,381 triliun pada tahun anggaran berjalan.

Menurutnya, alokasi anggaran yang besar seharusnya mampu menyentuh sektor pendidikan keagamaan dan ekonomi umat di tingkat akar rumput.

“Sebagian dari belanja daerah semestinya diarahkan untuk memperkuat ekonomi santri, baik melalui pelatihan keterampilan, bantuan usaha produktif, maupun dukungan bagi koperasi dayah. Dengan begitu, santri tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga pelaku ekonomi yang mandiri,” ujar Tgk. Bahtiar di Meulaboh, Sabtu (25/10/2025).

Ia menambahkan, DPRK bersama pemerintah daerah akan terus memperjuangkan agar program penguatan ekonomi berbasis dayah dimasukkan ke dalam kebijakan prioritas pembangunan daerah, termasuk dukungan infrastruktur dan akses permodalan.

Selain itu, Tgk. Bahtiar juga menekankan pentingnya peningkatan perhatian terhadap pembangunan dan pemeliharaan masjid serta meunasah.

Menurutnya, rumah ibadah berfungsi tidak hanya sebagai tempat ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat dan kegiatan sosial.

“Masjid dan meunasah yang layak akan menjadi pusat kehidupan umat. Pembangunannya harus menjadi bagian dari visi besar Aceh Barat yang religius dan berdaya,” ujarnya.

Tgk. Bahtiar menegaskan bahwa pandangan tersebut telah disampaikan dalam pendapat akhir Fraksi Partai Aceh pada sidang paripurna DPRK Aceh Barat, Jumat 24 Oktober 2025 lalu.

Ia berharap pemerintah daerah menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan umat dan penguatan lembaga keagamaan.

Editor: Nashar