Didukung NGO, Panen Perdana Bawang Merah TSS di Aceh Singkil Sukses
SINGKIL | Bumpnews.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mencatat capaian penting di sektor hortikultura melalui panen perdana bawang merah berbasis benih biji atau True Shallot Seed (TSS) di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah kemarin.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga penyuluh, serta mitra pembangunan dari unsur internasional dan swasta dalam mendorong inovasi pertanian modern di Aceh Singkil.
Program pengembangan bawang merah TSS itu melibatkan kerja sama antara Pemkab Aceh Singkil, Swisscontact, Earthworm Foundation, serta YBTS Panah Merah, dengan dukungan aktif dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Unggul Mulyo sebagai pelaku utama di lapangan.
Metode budidaya bawang merah menggunakan TSS dinilai lebih efisien dibanding cara konvensional yang menggunakan umbi. Selain membutuhkan benih lebih sedikit sehingga menekan biaya produksi, metode ini juga memiliki ketahanan lebih baik terhadap penyakit tular umbi.
Panen perdana tersebut menunjukkan bahwa inovasi pertanian modern dapat diterapkan dengan baik oleh petani di Aceh Singkil.
Pendampingan intensif dari penyuluh dan dukungan teknis para mitra pembangunan dinilai menjadi faktor penting keberhasilan budidaya hingga masa panen.
KWT Unggul Mulyo menjadi motor penggerak dalam program tersebut. Keterlibatan aktif kelompok wanita tani memperlihatkan peran strategis perempuan dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Semangat gotong royong, kedisiplinan, serta keterbukaan terhadap inovasi teknologi disebut menjadi kunci keberhasilan budidaya bawang merah TSS di wilayah itu.
Selain di Kecamatan Gunung Meriah, program pengembangan bawang merah berbasis TSS juga mulai dikembangkan di Kecamatan Singkohor. Saat ini lahan di wilayah tersebut masih dalam tahap pemeliharaan intensif dan diharapkan segera menyusul keberhasilan panen di Desa Bukit Harapan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, seperti NGO atau yayasan khususnya Swisscontact, Earthworm Foundation, dan YBTS Panah Merah atas kontribusi dan pendampingan sejak tahap persiapan hingga pasca-panen.
“Kolaborasi multipihak seperti ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat kemandirian pangan daerah, serta mengurangi ketergantungan pasokan dari luar,” ujar Musa, perwakilan pemerintah daerah kepada wartawan.
Dengan capaian tersebut, Pemkab Aceh Singkil optimistis terus mengembangkan komoditas hortikultura di berbagai wilayah dan mendorong daerah itu menjadi salah satu sentra produksi bawang merah potensial di Provinsi Aceh.*









Komentar