1. Daerah

100 Pemuda Daftar Pelatihan Jurnalistik SMSI dan IPAR di Aceh Besar

Foto: SMSI Aceh Besar bersama IPAR menggelar Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Kritis bertema “Mencetak Jurnalis Muda di Era Digital” di Hotel Permata Hati, Aceh Besar, Sabtu (7/11/2026). (Dok. IPAR)

ACEH BESAR – Sebanyak 100 pemuda mendaftar sebagai peserta Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Kritis yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Besar bersama Ikatan Pemuda Aceh Besar (IPAR). Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk mempelajari dunia jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Pelatihan bertema “Mencetak Jurnalis Muda di Era Digital” itu dijadwalkan berlangsung di Hotel Permata Hati, Aceh Besar, Sabtu, 7 November 2026, mulai pukul 08.30 WIB.

Ketua SMSI Aceh Besar, Zulfikar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi meningkatkan kapasitas generasi muda, terutama dalam memahami jurnalistik dan literasi media.

Menurut dia, kolaborasi dengan IPAR juga menjadi langkah memperluas kemitraan SMSI dengan berbagai paguyuban dan organisasi kepemudaan di Aceh Besar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan SMSI kepada paguyuban dan organisasi kepemudaan sekaligus memberikan pemahaman tentang dunia jurnalistik kepada generasi muda. Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Zulfikar.

Ia mengatakan kemampuan literasi media semakin penting seiring cepatnya perkembangan teknologi informasi. Generasi muda, kata dia, tidak cukup hanya mampu menggunakan media sosial, tetapi juga perlu memahami proses memperoleh, memverifikasi, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

Zulfikar mengingatkan pemuda agar tidak mudah menerima ataupun menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya. Kemampuan berpikir kritis dan memahami prinsip jurnalistik dinilai menjadi bekal menghadapi maraknya informasi di ruang digital.

Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Aceh, Tarmilin Usman, sebagai pemateri.

Materi yang akan disampaikan mencakup dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, verifikasi informasi, kode etik jurnalistik, serta tantangan profesi wartawan di tengah transformasi digital.

Ketua IPAR, Fatah Muhammad, mengatakan hingga Jumat, 6 November 2026, jumlah pendaftar telah mencapai 100 orang. Menurut dia, masih ada pemuda yang berminat mengikuti kegiatan tersebut.

Fatah mengapresiasi kerja sama dengan SMSI Aceh Besar. Ia berharap pelatihan jurnalistik tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, melainkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Melalui kerja sama dengan SMSI Aceh Besar, pemuda bisa mendapatkan pengetahuan jurnalistik langsung dari organisasi perusahaan media siber yang merupakan konstituen Dewan Pers. Ini kesempatan berharga bagi generasi muda untuk memahami dunia pers secara lebih baik,” ujar Fatah.*

Berita Lainnya