Sekilas Info

Mahasiswa UTU Sabet Medali Perunggu pada Kompetisi Esai Nasional di Malang

Meulaboh | BumpNews.ID - Dua mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teuku Umar (UTU), Jesica Anggia Sari dan Melisa Amanda, meraih medali perunggu dalam ajang lomba esai nasional Idea Festival (IDF) 6 di Malang, Jawa Timur, Minggu, 11 Oktober 2026.

Prestasi tersebut diraih melalui gagasan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bernama CERIA, yang dirancang untuk membantu pemulihan trauma psikologis anak korban bencana.

Aplikasi CERIA merupakan singkatan dari Child Emotional Recovery through Integrated AI and Community Assistance. Inovasi ini menjadikan Aceh sebagai studi kasus utama, mengingat daerah tersebut rawan bencana alam.

Melisa Amanda mengatakan, aplikasi tersebut dirancang untuk membantu anak-anak terdampak bencana mendapatkan pendampingan psikososial awal, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan tenaga psikolog.

"Di lapangan, penanganan fisik sering lebih didahulukan daripada kesehatan mental, padahal trauma anak butuh perhatian cepat. Aplikasi CERIA memandu sukarelawan lokal langkah demi langkah untuk memberikan intervensi psikososial awal yang terukur," kata Melisa.

Menurutnya, aplikasi tersebut memadukan teknologi AI dengan keterlibatan masyarakat setempat dalam memberikan pendampingan awal kepada anak-anak korban bencana.

Sementara itu, Jesica Anggia Sari menjelaskan, pemanfaatan AI dalam aplikasi CERIA difokuskan untuk membantu mendeteksi gejala kecemasan pada anak melalui analisis interaksi sederhana.

Hasil analisis tersebut nantinya dapat menjadi panduan bagi masyarakat maupun sukarelawan dalam mendampingi proses pemulihan psikologis anak.

Kompetisi Idea Festival 6 diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Ajang tersebut diikuti sebanyak 577 peserta yang tergabung dalam 195 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Oktober 2026. Para finalis mempresentasikan sekaligus mempertahankan gagasan ilmiah mereka di hadapan dewan juri.

Terpisah, Dekan FEB UTU, Hamdi Harmen, mengapresiasi prestasi yang diraih kedua mahasiswinya dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.

Menurut Hamdi, capaian itu menunjukkan kemampuan mahasiswa FEB UTU dalam mengidentifikasi persoalan masyarakat serta menawarkan solusi melalui pendekatan ilmiah.

"Capaian mahasiswi kami ini membuktikan bahwa mahasiswa FEB mampu melihat persoalan nyata di masyarakat dan menawarkan penyelesaian berbasis riset," ujar Hamdi.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan inovasi dan gagasan ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Hasil ini patut menjadi acuan bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah gagasan ilmiah yang langsung menyasar kebutuhan publik," katanya.