Origon, Grup Musik Aceh yang Mengusung Budaya Tanah Rencong
Banda Aceh | BumpNews.ID - Grup musik asal Aceh, Origon, kembali memperkenalkan karya yang mengangkat nilai budaya Tanah Rencong.
Band yang terbentuk pada 2022 itu merilis single kedua berjudul Meusare, setelah sebelumnya memperkenalkan lagu Reusam.
Meusare dalam bahasa Aceh berarti bersama-sama atau bergotong royong. Lagu ini bercerita tentang kebiasaan masyarakat Aceh melakukan berbagai aktivitas secara bersama-sama, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan dan kepedulian di tengah perubahan kehidupan masyarakat.
Lagu tersebut diperkenalkan kepada publik dalam malam penganugerahan SMSI Aceh Award di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam, 5 September 2026.
Drumer Origon, Robi, mengatakan Meusare merupakan karya yang diciptakannya dengan semangat mempertahankan nilai-nilai budaya Aceh.
Lagu yang berada di bawah naungan label Langitbiru Kreatif itu kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.
"Selain diperkenalkan pada malam anugerah SMSI Aceh Award, karya terbaru ini juga sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital," kata Robi di Banda Aceh, Ahad, 13 September 2026.
Menurut Robi, sejak terbentuk, Origon berupaya menjadikan budaya Aceh sebagai bagian penting dalam proses kreatif mereka.
Hingga kini, band tersebut telah menghasilkan lima karya, yakni Reusam, Meusare, Wasiat, Calitra Senja, dan Bungong.
Namun, baru dua lagu yang telah resmi dirilis dan dapat didengarkan masyarakat melalui platform digital.
Sebelumnya, pada April 2026, Origon meluncurkan Reusam. Lagu tersebut mengangkat nilai adat dan aturan yang berkembang pada masa kerajaan Aceh serta diwariskan dari generasi ke generasi.
Sementara Meusare mengambil tema yang lebih dekat dengan kehidupan sosial masyarakat.
Vokalis Origon, Yogi, mengatakan lagu itu mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan ketika masyarakat menghadapi berbagai dinamika kehidupan modern.
"Sebesar apa pun tantangan yang dihadapi, semuanya terasa lebih ringan jika kita melangkah bersama-sama," kata Yogi.
Dalam Meusare, Origon memadukan aransemen pop-rock modern dengan lirik yang berangkat dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Aceh.
Eksplorasi tersebut, kata Yogi, menjadi bagian dari upaya band mempertahankan karakter musik mereka sekaligus memperluas ruang ekspresi.
Menurut dia, Origon memiliki kekuatan pada karakter vokal dan penyampaian pesan melalui lirik.
Karena itu, mereka berharap karya-karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk mengenalkan kembali nilai budaya Aceh kepada pendengar, terutama generasi muda.
Gitaris Origon, Sahar, mengatakan Meusare dan Reusam saat ini telah tersedia di sejumlah layanan streaming musik digital, seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
Adapun video musik resmi Meusare telah ditayangkan melalui kanal YouTube Langit Biru Production.
Bassis Origon, Rian, mengatakan musik menjadi salah satu cara mereka menunjukkan identitas sebagai putra Aceh.
Menurut dia, menjaga budaya tidak harus selalu dilakukan melalui cara-cara konvensional, tetapi juga dapat dilakukan melalui karya seni dan musik.
"Kalau bukan kita yang peduli terhadap budaya kita sendiri, siapa lagi," kata Rian.*