Truk Gagal Menanjak, Jalur Singkil-Subulussalam Sempat Lumpuh Berjam-jam
SINGKIL | BUMPNEWS.ID — Akses jalan nasional Singkil-Subulussalam di Bulusema, Kecamatan Suro, Aceh Singkil, sempat lumpuh berjam-jam setelah sebuah truk tronton gagal menaklukkan tanjakan berkelok, Jumat 11 September 2026 petang kemarin.
Truk 10 roda yang mengangkut sejumlah tiang listrik itu tidak mampu menanjak di salah satu ruas jalan dengan medan curam. Badan truk kemudian melintang diagonal dari kiri ke kanan hingga menutup seluruh badan jalan.
Akibatnya, arus kendaraan dari dua arah, baik menuju Singkil maupun Subulussalam, terhenti. Sejumlah kendaraan angkutan penumpang dan kendaraan barang terpaksa menunggu hingga berjam-jam.
Informasi yang dihimpun, kemacetan baru terurai setelah sebagian muatan berupa tiang listrik diturunkan dari truk sekitar pukul 01.30 WIB.
"Kami protes malam itu, kenapa tidak ada panduan dari pihak berwenang. Sopirnya beralibi tidak pernah mengendarai truk ke Singkil," kata Mawardi, sopir angkutan rute Singkil-Blangpidie, kepada wartawan Sabtu (12/9/2026).
Menurut Mawardi, setelah sebagian muatan diturunkan, kendaraan mulai bisa melintas. Namun, antrean kendaraan sudah mengular akibat akses jalan yang sebelumnya tertutup total.
"Barulah kami pagi ini sampai Singkil," ujarnya.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti persoalan operasional kendaraan berat di jalur nasional Singkil-Subulussalam. Ruas jalan di kawasan Suro memiliki karakter medan sempit, tanjakan, turunan, serta tikungan tajam yang membutuhkan kehati-hatian, khususnya bagi kendaraan berdimensi besar dan bermuatan berat.
Kondisi itu dinilai tidak semestinya hanya ditangani setelah kendaraan mengalami gangguan. Pengawasan terhadap kelaikan armada, dimensi kendaraan, hingga kapasitas muatan perlu diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Pengoperasian kendaraan yang diduga tidak sesuai dengan karakteristik medan maupun ketentuan muatan berpotensi mengganggu kepentingan publik. Terlebih, jalur Singkil-Subulussalam merupakan akses vital yang menghubungkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah.
Masyarakat dan pengguna jalan meminta Dinas Perhubungan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta Satlantas Polres Aceh Singkil mengevaluasi kejadian tersebut.
Pengawasan terhadap kendaraan berat dinilai perlu diperkuat, termasuk memastikan armada yang melintas memenuhi aspek kelaikan serta ketentuan dimensi dan muatan.
Hingga Sabtu siang, proses evakuasi terhadap truk tersebut masih berlangsung. Pihak pemilik armada, PT Horas, bersama kepolisian terlihat berada di lokasi untuk menangani kendaraan yang sebelumnya menyebabkan akses jalan lumpuh.(*)