3.704 Titik Panas Kepung Kalimantan Barat
Kubu Raya | BumpNews.ID - Sebanyak 3.704 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kalimantan Barat dalam pemantauan selama 24 jam terakhir.
Data tersebut disampaikan Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo, dalam rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (22/8/2026).
Dari jumlah itu, sebanyak 198 titik panas memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Kemudian 3.100 titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
Bulo menyebut titik panas paling banyak tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat bagian selatan dan timur.
“Hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas,” ujar Bulo.
Selain memaparkan sebaran hotspot, Bulo juga menyampaikan prakiraan cuaca di Kalimantan Barat.
Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan berpotensi terjadi terutama di wilayah timur Kalimantan Barat pada periode 21-27 Agustus 2026.
Pemerintah sebelumnya telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11-18 Agustus 2026. Operasi tersebut sempat dihentikan karena tidak terdapat potensi awan yang memadai.
Bulo mengatakan OMC akan kembali dilaksanakan pada 23-27 Agustus 2026 seiring adanya potensi awan yang mendukung operasi tersebut.
“Kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” tuturnya.
Rapat penanganan karhutla tersebut dihadiri sejumlah pimpinan kementerian/lembaga serta jajaran pemerintah daerah, termasuk gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG dan unsur BNPB daerah.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026).
Setibanya di Kalimantan Barat, Prabowo langsung memimpin rapat terbatas untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai situasi karhutla.
Prabowo mengatakan kedatangannya bertujuan melihat langsung kondisi nyata di lapangan sekaligus memperoleh laporan mengenai penanganan karhutla.
“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” ujar Prabowo.