Sekilas Info

Porlep Tekuk PSM Monpasong Lewat Drama Adu Pinalti, Kunci Tiket Semi Final

Tim Poleb FC Aceh Barat. Foto/Noufal.

Meulaboh  | BumpNews.ID — Porlep FC berhasil memastikan tiket ke babak semifinal setelah menyingkirkan PSM Monpasong melalui drama adu penalti dengan skor akhir 4–3, Kamis (20/8/2026).

Pertandingan yang mempertemukan dua kesebelasan tangguh tersebut berlangsung ketat sejak menit awal.

Kedua tim tampil dengan semangat tinggi dan sama-sama berambisi mengamankan tiket menuju babak semifinal. Jual beli serangan pun terjadi sepanjang pertandingan, membuat para pemain dan suporter harus menahan ketegangan hingga menit-menit terakhir.

Memasuki babak pertama yang berlangsung selama 35 menit, Porlep FC langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Anak-anak Porlep beberapa kali mampu membangun serangan berbahaya dari lini depan. Salah satu peluang emas hadir melalui kaki Deki Eleven.

Deki Eleven mendapat kesempatan untuk membuka keunggulan Porlep FC. Namun, tendangannya masih membentur punggung pemain belakang PSM Monpasong sehingga peluang tersebut gagal menghasilkan gol.

Tidak lama berselang, Porlep FC kembali memperoleh peluang emas. Kali ini melalui Afit yang berada di tengah kemelut di depan gawang PSM. Afit melepaskan tendangan keras untuk mengarahkan bola ke gawang, namun sayang bola masih mengenai badan pemain bertahan PSM. Peluang emas tersebut kembali gagal dikonversikan menjadi gol.

PSM Monpasong bukan tanpa perlawanan. Tim asal Monpasong tersebut beberapa kali mencoba memberikan tekanan dan melepaskan tembakan ke arah gawang Porlep FC.

Salah satu peluang paling berbahaya PSM datang melalui sebuah tendangan keras yang mengarah ke gawang Porlep.

Namun, penjaga gawang Porlep FC, Akbar, tampil sigap. Ia berhasil melakukan penyelamatan penting dengan menepis bola sehingga tidak sampai bersarang di gawang.

Penyelamatan Akbar tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan. Keberanian dan ketenangannya di bawah mistar membuat lini belakang Porlep FC tetap mampu menjaga gawang dari kebobolan.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kedua kesebelasan kembali terlibat dalam jual beli serangan. Porlep FC berusaha mencari celah untuk mencetak gol, sementara PSM Monpasong juga terus memberikan tekanan melalui serangan balik dan tembakan dari luar kotak penalti.

Pertandingan semakin menarik karena kedua tim sama-sama memiliki peluang. Namun, hingga waktu normal berakhir, tidak ada satu pun gol yang tercipta.

Pertahanan kedua kesebelasan tampil disiplin, sementara para penjaga gawang juga mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Peluit panjang pun akhirnya dibunyikan. Skor tetap 0–0 dan pertandingan harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Adu penalti menjadi penentu nasib kedua kesebelasan. Suasana Stadion Mini Karak semakin tegang. Para pemain yang ditunjuk sebagai algojo harus menghadapi tekanan besar karena satu tendangan saja dapat menentukan langkah tim mereka.

Dalam drama dari titik putih tersebut, Porlep FC akhirnya mampu menunjukkan mentalitas yang lebih kuat. Setelah melalui rangkaian tendangan penalti yang menegangkan, Porlep FC keluar sebagai pemenang dengan skor 4–3 atas PSM Monpasong.

Kemenangan tersebut langsung disambut penuh suka cita oleh para pemain, ofisial, dan pendukung Porlep FC. Para pemain yang sejak awal berjuang keras akhirnya mendapatkan hasil yang mereka harapkan.

Penampilan penjaga gawang Akbar juga layak mendapat apresiasi. Selain tampil gemilang selama pertandingan dengan beberapa penyelamatan penting, ketenangannya menjadi bagian penting dari perjuangan Porlep FC hingga akhirnya mampu mengamankan tiket semifinal.

Kemenangan atas PSM Monpasong menjadi bukti bahwa Porlep FC tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga memiliki mental bertanding yang kuat.

Meski selama 70 menit pertandingan tidak mampu mencetak gol, para pemain Porlep FC tetap menunjukkan semangat juang hingga pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti.

Dengan kemenangan 4–3 melalui adu penalti, Porlep FC resmi melangkah ke babak semifinal.